Bersaing Raih Tiket Nasional, Persidom Boleh Didanai APBD
- 10 Feb 2026 09:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.IR, Dompu – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada tahun 2026 memfokuskan pembinaan atlet melalui induk organisasi cabang olahraga (cabor) prestasi.
Minimnya dana hibah yang diterima KONI Kabupaten Dompu, tahun 2026, membuat KONI Kabupaten Dompu, tidak membagi anggaran hibah ke masing-masing cabor.
Arah pembinaan tersebut diprioritaskan pada persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 melalui program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).
Ketua KONI Kabupaten Dompu, Asrullah menegaskan, kebijakan pembinaan tahun 2026 dilakukan secara terpusat melalui induk cabor.
Dengan keterbatasan anggaran, KONI Dompu tidak melakukan pembagian dana pembinaan kepada masing-masing cabor, termasuk untuk kegiatan bersifat single event seperti kompetisi Liga 4.
“Pembinaan atlet tetap berjalan melalui induk organisasi cabor prestasi dan difokuskan pada Pelatda Porprov 2026. Untuk pembiayaan event tunggal, termasuk Liga 4, tidak dapat dialokasikan oleh KONI,” Asrullah, Selasa, 10 Februari 2026.
Meski demikian, KONI Dompu memberikan apresiasi atas keberhasilan PERSIDOM FC yang berhasil menjuarai Liga 4 Rayon Pulau Sumbawa.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Dompu dan mengantarkan PERSIDOM FC melaju ke babak final Liga 4 Seri Nasional, yang akan menghadapi juara Rayon Pulau Lombok di GOR Mataram.
Asrullah menilai keberhasilan PERSIDOM FC merupakan bagian dari capaian pembinaan yang dilakukan oleh Askab PSSI Kabupaten Dompu terhadap klub-klub binaannya.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola di daerah tetap berjalan meski dengan keterbatasan dukungan anggaran dari KONI.
Sejalan dengan itu, berdasarkan kebijakan terbaru PSSI, klub yang berlaga di Liga 4 diperbolehkan menggunakan dana APBD mulai musim kompetisi 2025–2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah.
Kebijakan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kompetisi di daerah, membangun sport industry di tingkat lokal, serta meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola di tingkat kabupaten.
Namun demikian, penggunaan APBD untuk Liga 4 atau Liga 3 bersifat opsional, bukan kewajiban.
Berbeda dengan Liga 1 dan Liga 2 yang telah masuk kategori profesional, Liga 4 masih berada pada level pembinaan sehingga APBD hanya menjadi salah satu sumber pendanaan yang diperbolehkan, bukan satu-satunya sumber yang sah.
“Kami berharap Askab PSSI Dompu juga aktif mencari dukungan sponsor swasta untuk membiayai PERSIDOM FC," katanya.
APBD, kata Asrullah, bukan satu-satunya sumber pendanaan, sehingga kolaborasi dengan pihak ketiga sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan pembinaan dan prestasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....