PSSI Rayakan 95 Tahun Perjalanan: Mimpi Garuda Menuju Panggung Dunia Semakin Nyata
- 20 Apr 2025 18:05 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Tepat Hari Sabtu (19/4/2025), Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-95. Sebuah momentum bersejarah yang tidak hanya menjadi penanda usia panjang organisasi ini, tetapi juga simbol dari perjuangan, persatuan, dan harapan besar bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Dikutip dari website resmi PSSI, didirikan pada tahun 1930 oleh tokoh nasional Soeratin Sosrosoegondo, PSSI lahir sebagai bagian dari semangat kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan. Kini, 95 tahun kemudian, PSSI berdiri tegak sebagai organisasi modern yang mengusung visi besar: Garuda Mendunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, langkah konkret yang dilakukan PSSI mulai membuahkan hasil nyata. Salah satu tonggak sejarah paling membanggakan adalah keberhasilan Timnas Indonesia senior menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 — sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan membuka peluang nyata untuk tampil di ajang sepak bola paling bergengsi sejagat.
Keberhasilan ini ditopang oleh performa impresif para pemain Indonesia yang kini bermain di berbagai liga top di Asia maupun Eropa. Tak hanya itu, tim-tim kelompok umur seperti U17, U20, dan U23 juga menunjukkan grafik peningkatan signifikan.
“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia di mana tim U17, U20, U23, dan tim senior semuanya lolos ke Piala Asia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Timnas senior Indonesia kini menempati peringkat ke-123 dunia versi FIFA (per 3 April 2025), naik empat posisi dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir, dengan total 1.149,92 poin.
Sementara itu, Timnas U17 juga menorehkan prestasi besar dengan lolos ke Piala Dunia U17 2025 setelah tampil gemilang di Piala Asia U17 yang digelar di Arab Saudi.
Tak ketinggalan, Timnas Putri Indonesia juga menorehkan capaian membanggakan. Garuda Pertiwi kini menempati posisi ke-94 dunia (per 7 Maret 2025) dalam ranking FIFA dengan 1.210,57 poin, setelah kemenangan penting atas Arab Saudi. Tim Putri bahkan menjadi juara AFF dan kini tengah bersiap untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia Wanita — sesuatu yang belum pernah diraih sebelumnya.
Di ranah digital, Timnas eFootball Indonesia juga membuat kejutan besar. Mereka berhasil meraih gelar Juara Dunia FIFAe World Cup 2024 (eFootball) di Riyadh, Arab Saudi, dan juga menjadi juara di ajang FIFAe World Cup 2024 (Football Manager) serta AFC eAsian Cup 2023 (eFootball) di Doha, Qatar.
Semua pencapaian tersebut tak lepas dari reformasi menyeluruh yang dilakukan PSSI. Fokus pengembangan pelatih menjadi salah satu prioritas utama, dengan jumlah pelatih berlisensi kini meningkat drastis menjadi sekitar 14.000 orang — naik 40% dibandingkan sebelumnya.
“Kalau kita tidak punya pelatih yang bagus, bagaimana kita bisa membangun ekosistem sepak bola dari akar rumput?” ujar Erick Thohir.
Di bidang perwasitan, PSSI juga meningkatkan jumlah wasit berlisensi FIFA dan AFC, serta memperkuat kualitas dan integritas melalui Instruktur Wasit Nasional. Penerapan teknologi VAR di kompetisi domestik juga menjadi langkah penting dalam menciptakan pertandingan yang lebih adil dan profesional.
PSSI juga membangun Training Center nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN), lengkap dengan fasilitas berstandar internasional. Mulai dari lapangan, pusat kebugaran, hingga ruang riset olahraga, pusat pelatihan ini diharapkan menjadi jantung pengembangan sepak bola nasional ke depan.
Perjalanan menuju satu abad PSSI kini tinggal lima tahun lagi. Di usia ke-95 ini, PSSI menunjukkan bahwa perubahan nyata dan kerja keras dapat membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Tidak cukup hanya berdoa, kita juga harus kerja keras,” tegas Erick Thohir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....