FIFA-PSSI Gelar Workshop Keselamatan & Keamanan Stadion di Jakarta

  • 31 Mar 2025 15:02 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Sebagai bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) antara FIFA dan PSSI, FIFA-PSSI Indonesia Stadium Safety & Security Capacity Building Workshop telah sukses diselenggarakan pada 24-26 Maret 2025 di Mandiri University Nawasena, Jakarta. Workshop ini menegaskan komitmen FIFA dan PSSI dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan infrastruktur sepak bola di Indonesia.

Dikutip dari laman resmi PSSI, Inisiatif ini merupakan respons langsung terhadap tragedi Kanjuruhan, yang mendorong transformasi tata kelola stadion dan manajemen sepak bola nasional. Berlangsung di tengah Kualifikasi AFC Piala Dunia FIFA 2026™, workshop ini semakin menekankan urgensi peningkatan standar keselamatan stadion di Indonesia.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Indonesia telah meresmikan renovasi 21 stadion pada 17 Maret 2025. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa stadion di Indonesia memenuhi standar keselamatan global. FIFA-PSSI Indonesia Stadium Safety & Security Capacity Building Workshop menjadi bagian penting dari upaya ini, dengan menyoroti praktik terbaik dalam pembangunan dan pengelolaan stadion.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam sambutannya menegaskan, “Ini adalah acara yang sangat penting, dan kami berterima kasih kepada FIFA atas dukungannya dalam pengembangan sumber daya manusia sepak bola Indonesia. Workshop ini adalah upaya bersama untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan pelayanan, tidak hanya bagi pemain dan ofisial, tetapi terutama bagi para suporter.”

Workshop ini merupakan tindak lanjut dari studi kelayakan FIFA terhadap 21 stadion di Indonesia, yang menghasilkan temuan serta rekomendasi penting untuk peningkatan standar keselamatan dan keamanan. Acara ini juga melanjutkan peresmian 17 stadion yang telah direnovasi sebagai simbol komitmen Indonesia dalam memperbaiki infrastruktur sepak bola nasional.

Sebanyak 130 peserta dari berbagai sektor hadir dalam workshop ini, termasuk perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, arsitek perencana, perwakilan liga, klub, Asosiasi Provinsi, dan pengelola stadion. Beberapa tema utama yang dibahas meliputi:

  • Standar Infrastruktur dalam Konstruksi Stadion – Penerapan desain stadion yang aman.

  • Lisensi & Sertifikasi Stadion – Pembelajaran dari model Inggris dan penerapan standar global.

  • Manajemen Keselamatan & Keamanan Saat Matchday & Event – Panduan keamanan dari AFC dan FIFA.

  • Perencanaan Pemeliharaan & Manajemen Fasilitas Stadion – Keberlanjutan operasional dan efisiensi biaya.

  • Strategi Komersialisasi & Multi-Utilisasi Stadion – Mengoptimalkan fungsi stadion di luar pertandingan sepak bola.

Workshop ini menghadirkan sejumlah pakar global di bidang keselamatan dan keamanan stadion, di antaranya:

  • Ben Veenbrink (Konsultan FIFA, The Stadium Consultancy)

  • Hidde Salverda (Direktur Operasional Johan Cruijff Arena)

  • Ken Scott MBE (Kepala Inspektorat, Sports Ground Safety Authority)

  • Brian Johnson (Kepala Keamanan, Akses, dan Pengendalian AFC)

  • Lavin Vignesh (Kepala Kantor Regional FIFA)

  • Adi Nugroho (Direktur Keselamatan dan Keamanan Infrastruktur PSSI)

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sepak bola.

“Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang aman bagi pemain, ofisial, dan, yang paling utama, para suporter. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

PSSI berkomitmen untuk tidak hanya memastikan stadion yang aman tetapi juga membangun budaya profesionalisme, keamanan, dan keunggulan dalam pengelolaan sepak bola. Dengan sinergi antara FIFA, PSSI, pemerintah, pengelola stadion, aparat keamanan, liga, klub, dan komunitas sepak bola, Indonesia siap memasuki era baru dalam keselamatan dan keamanan sepak bola.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....