Sulit Air, Petani Tembakau di Woha Susah Kembangkan Pertanian
- 04 Sep 2024 20:28 WIB
- Mataram
KBRN, Bima: Penanaman tembakau di Kabupaten Bima menghadapi sejumlah tantangan yang mempengaruhi produksi dan kualitasnya. Menurut Fariani Lestari, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pandai, Kecamatan Woha, ketersediaan air menjadi kendala utama bagi 49 petani di wilayahnya.
"Contohnya untuk kelompok Soja yang memiliki 25 hektar lahan, hanya ada satu sumur bor. Tahun ini rencananya pemerintah akan memberikan bantuan, tapi kami berharap segera terealisasi," ungkap Fariani Lestari kepada RRI, Rabu (4/9/2024).
Selain air, masalah peralatan juga menjadi kendala bagi petani. Saat ini, banyak petani harus menyewa alat rajang dari perusahaan, yang terbatas jumlahnya. Keterbatasan alat ini menyebabkan proses pengolahan tembakau menjadi kurang efisien.
"Akibatnya, proses perajangan yang seharusnya dilakukan hanya sampai jam sembilan pagi, bisa molor hingga malam karena harus bergiliran," ungkap Fariani.
Meski demikian, potensi tembakau di desa Pandai menarik minat petani dari desa lain di Kecamatan Woha. Fariani menyebutkan bahwa ada petani dari desa Risa yang sudah menunjukkan komitmen untuk menanam tembakau, dan ia siap memberikan bantuan.
"Jika komitmen mereka kuat, saya akan bantu hubungkan dengan perusahaan. Pemerintah juga bisa memberikan bantuan, tapi ada batas minimal luas lahan yang harus dipenuhi," jelasnya.
Menurut Fariani, di mana pun tembakau bisa ditanam, asalkan ada ketersediaan air dan kemauan dari petani. Namun, ia menekankan bahwa tembakau tidak cocok ditanam pada musim hujan, karena kelembaban tinggi dapat merusak kualitas panen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....