Sorgum Kisah Lama Kultur Ragam Pangan Lokal Nusantara

  • 05 Apr 2024 08:04 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Buku Sorgum yang ditulis oleh Ahmad Arif terdiri dari Lima Bab plus Pengantar dan Epilog. Pada Kata Pengantar. Arif mengatakan, menelusuri masa lalu, Nusantara mengenal salah satu sumber karbohidrat Bernama Sorgum (Sorghum bicolor). Jika ditelisik tumbuhan ini pun telah dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Setidak-tidaknya, tanaman, seperti sorgum, jawawut, padi dan sagu terpahat di relief Borobudur.

Buku Sorgum Benih Leluhur untuk Masa Depan disajikan Arif dengan menceritakan silsilah dan asal penyebaran Sorgum. Hingga awal kedatangannya di Indonesia pada masa kolonial. Pada akhirnya pembaca dapat mengetahui tantangan kini dan ke depan melalui praktik penyeragaman pangan serta pemenuhan pangan kedepan.

Desain cover Sorgum Benih Luhur untuk Masa Depan, dominan berwarna coklat. Warna yang menggambarkan bulir sorgum disertai gambar Ibu-Ibu dari Flores yang baru memanen sorgum. Dari desainnya, Arif ingin memperlihatkan sorgum bisa ditanaman di mana saja. Di banyak desa di Flores, misalnya tanaman ini hanya menjadi kisah lama.

Sorgum nyatanya banyak ditemukan di Flores berkat inisiatif dari Ibu-Ibu yang ada di Kabupaten Flores. Pada Bab lain juga disebutkan, Sorgum mampu menjawab tantangan iklim serta menjawab kebutuhan nutrisi. Dengan begitu, praktik penanaman Sorgum di Indonesia untuk membuktikan bahwa Sorgum merupakan basis keragaman pangan Nusantara.

Buku yang ditulis Ahmad Arif merupakan buku rintisan membahas pangan berkualitas melintasi zaman. Walaupun sebelumnya ada reviu dari sejarawan JJ Rizal tentang Mustika Rasa dan Perhatian Khusus Sukarno Pada Pangan karya Presiden Soekarno. Buku yang analisis JJ Rizal sebagai dorongan terhadap semua masyarakat Indonesia agar menemukan lagi keragaman pangan Nusantara.

Tidak ada kesalahan cetak dalam isi buku Sorgum Benih Luhur untuk Masa Depan yang ditulis Ahmad Arif. Arif berpengalaman dan pengalaman itu ditempa oleh sebagai wartawan di harian Kompas sejak 2003. Arif juga menulis tentang Gempa Aceh. Tulisannya tentang Ekspedisi Cincin Api Kompas membawanya ke Kuala Lumpur untuk mendapat penghargaan WAN-IFRA. Buku sebelumnya, Tambora Mengguncang Dunia (2014).

Judul buku: Sorgum Benih Leluhur Masa Depan
Penulis: Ahmad Arif
Penerbit: Kepustakaan Gramedia Popular (KPG)
Tahun terbit: 2020
Tebal: 147 halaman.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....