Produk Kerajinan Tenun Pringgasela
- 22 Okt 2023 16:33 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Timur: Di Pringgasela, kerajinan tenun lantas menjadi pakaian. Hampir sama seperti di Desa Sade, Lombok Tengah, penenun di Pringgasela hampir setiap hari memproduksi kain.
Selain sebagai karya seni, kain tenun juga menjadi cerminan budaya penuh makna. Gambaran itu tergambar di salah satu galeri di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, yang berdiri sejak tahun 2018. Galeri dipimpin Maliki yang juga salah seorang penenun sekaligus desainer. Maliki mengetuai kelompok penenun yang beranggotakan 105 orang.
“Hasil tenunan anggota kemudian dipajang di galeri Sentosa Sasak Tenun. Produk kain tenun yang dihasilkan menggunakan pewarna alam dan sintesis. Produk yang sudah terpajang di galeri telah mendapat quality control,” kata Maliki kepada RRI belum lama ini.
Selain memproduksi kain tenun, kelompok juga memproduksi tenun untuk produk turunan seperti bahan baku untuk tas, sepatu, baju, dan masker. Produksi kain tenun pengembangan baru di Sentosa Sasak Tenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM. Pengoperasian ATBM dan hasil produksi menggunakan ATBM juga mendapat seleksi dari Maliki. Hanya produk yang berkualitas yang bisa masuk di galeri.
Motif yang sedang tren saat ini kata Maliki, motif Sundawa. Motif yang sudah diperkenalkan di ajang fashion show di Dubai, Berlin (Jerman), Tokyo (Jepang). Pewarna yang digunakan untuk fashion show itu dari pewarna alam untuk motif Sundawa. Nama motif Sundawa diambil dari keberadaan sungai yang melintasi Desa Peringgasela yakni Sungai Sundawa.
“Airnya dari lereng gunung. Motif Sundawa berciri khas garis vertikal di tengahnya,” sebut Maliki.
Maliki mengatakan, untuk memproduksi satu kain tenun memerlukan waktu sekitar dua minggu menggunakan alat tenun gedogan. Tutuk dan Jajak merupakan komponen alat menenun (nyesek) kain songket yang disebut Ranggon atau alat tenun gedogan di Lombok. Alat ini berbeda dengan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM yang ikut menggunakan kaki untuk menggerakan alat tenun. ATBM juga banyak digunakan penenun di Pulau Lombok seperti di Pringgasela, Lombok Timur, dan di Gerung, Lombok Barat.
Menurut Maliki, lama atau cepat proses menenun tergantung dari kerumitan motif. Produksi bisa dilakukan di rumah masing-masing penenun. Sedang hasil karya kemudian di tampung di galeri. Proses pembuatan terdiri dari penyiapan bahan baku berupa benang katun/kapas, misrais, kapas dan serat rayon. Benang diberi air takjin dari air ketan. Benang kemudian dijemur hingga kering.
Proses kemudian dilanjutkan dengan pengelosan benang, proses penghanian berupa penggulungan benang, dan sisir. Benang kemudian ditenun sampai menjadi kain dan lantas dijual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....