Sebelum Diekspor, Komoditi Pertanian Harus Difumigasi
- 06 Okt 2023 11:13 WIB
- Mataram
KBRN, Sumbawa : Pemerintah Indonesia, melalui Badan Karantina Pertanian, telah mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan kualitas dan keamanan komoditas pertanian yang diekspor dari Sumbawa dan wilayah lainnya. Upaya tersebut yakni fumigasi atau perlakuan khusus pada komoditi pertanian yang akan diekspor.
Analis Perkarantinaan Tumbuhan, Badan Karantina Indonesia, Abi Said Hudri, SP, M. Si, disela-sela Sosialisasi Tindakan Karantina, Perlakuan Fumigasi Phosphine (Ph3) dalam rangka eksport Komoditas Pertanian, Jumat (6/10/2023) mengatakan, upaya ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan ketat yang ditetapkan oleh negara tujuan. Terutama terkait dengan kesehatan tumbuhan dan lingkungan. Dijelaskan, fumigasi adalah perlakuan khusus terhadap komoditi pertanian yang akan diekspor. Perlakuan ini diterapkan, agar tidak terdapat mikroorganisme yang dapat merusak komoditi tersebut.
"Kami membahas tindakan karantina yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan terdaftar, seperti fumigasi dan penggunaan pestisida terbatas, untuk memastikan kualitas komoditas yang diekspor. Selain itu, kami juga sosialisasi dan publikasi untuk memastikan pemahaman yang baik di kalangan komunitas eksportir," ujarnya.
Dijelaskan, proses fumigasi ini dilakukan oleh pihak perusahaan yang sudah terlatih dan bersertifikasi. Dimana sertifikasi ini diberikan langsung oleh Badan Karantina Pertanian. Hal ini dilakukan demi keamanan dan kualitas komoditas pertanian yang menjadi prioritas utama dalam usaha ekspor.
Menurutnya, proses fumigasi ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Sebab, hal ini berkaitan dengan penggunaan pestisida dengan takaran tertentu. Sebab, jika dilakukan secara sembarangan, maka akan berbahaya. Bukan hanya terhadap komoditi pertanian itu sendiri, tetapi juga orang yang berada di sekitarnya.
"Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia khususnya Sumbawa sebagai pemasok komoditas jagung yang berkualitas dan aman bagi konsumen di seluruh dunia," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....