SJP: Zul-Rohmi Kompak Hingga Akhir Masa Jabatan
- 18 Sep 2023 18:12 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Keharmonisan pasangan Zul-Rohmi dalam memimpin Nusa Tenggara Barat hingga akhir masa jabatan tak terbantahkan. Kebersamaan dan kolaborasi yang baik terus terpatri hingga berakhirnya periode kepemimpinan dua doktor ini pada 19 September 2023.
Anggota DPR RI daerah pemilihan NTB 2 Haji Suryadi Jaya Purnama menuturkan bahwa keduanya secara internal komunikasi dan koordinasi cukup bagus menuju NTB Gemilang.
"Kita tidak pernah dengar, katakanlah friksi-friksi antara gubernur dan wakil gubernur. Artinya Zul-Rohmi ini punya kemampuan dalam membangun solidaritas diantara pimpinan daerah. Demikian juga dengan kelompok-kelompok masyarakat secara keseluruhan. Apalagi pak gubernur secara khusus selalu merangkul kelompok manapun, agama manapun, latar belakang organisasi apapun beliau selalu hadir dan ingin membangun kedekatan sosial," ujarnya, Senin (18/9/2023).
Ia mengaku bahwa secara umum kinerja Zul-Rohmi selama lima tahun memimpin NTB cukup bagus. Meskipun ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi. Pembangunan disektor pariwisata lanjutnya sangat kelihatan perkembangan dan kemajuannya yang tidak lepas dari peran dari Pemerintah Pusat.
Pembangkitan pariwisata oleh pemerintah daerah disaat pariwisata dunia, pariwisata di Indonesia yang secara keseluruhan melemah tapi pertumbuhan pariwisata NTB cukup bagus dengan adanya beberapa ivent internasional bergengsi seperti MotoGP, MXGP dan beberapa ivent lainnya.
"Ini menurut saya merupakan promosi yang sangat tepat. Jadi orang datang sehingga perhatian itu tertuju kepada NTB," ungkapnya.
Wakil Rakyat NTB di Parlemen yang dikenal dengan sebutan SJP ini juga menyebabkan bahwa spirit industrialisasi yang terus digaungkan cukup berhasil. Dengan peletakan dasar, peraturan daerah dan juga program-program yang sudah berjalan yang dilaksanakan oleh Zul-Rohmi berjalan dengan baik.
Disinggung dengan belum banyaknya kontribusi Zul-Rohmi kepada masyarakat berkebutuhan khusus (difabel), SJP menegaskan bahwa itu tidak bisa dipungkiri. Akan tetapi itu tidak hanya terjadi di NTB namun secara nasional belum ada standar pelayanan minimum fasilitas-fasilitas publik supaya mengakomodir disabilitas. Bahkan juga terdapat kendala dari sisi kewenangan mengingat sebagian besar pelayanan-pelayanan dasar adanya di pemerintah kabupaten dan kota.
"Kadang-kadang pemerintah provinsi mengintervensi, oh itu bukan kewenangannya karena sudah diserahkan ke pemerintah kabupaten kota. Sehingga ini perlu disingkronkan berkenan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab. Tapi pemerintah sebenarnya tidak boleh saling lempar dan masyarakat jangan dibebani bahwa ini tanggung jawab siapa. Hanya saja mau tidak mau harus kita akui itu adalah bagian dari kendala dari birokrasi kita," tuturnya.
Disisi lain, Zul-Rohmi ini sangat aktif berkomunikasi dengan kepala daerah se NTB. Hanya saja beberapa momen-momen terakhir terutama agenda-agenda politik nasional yang rata-rata kepala daerah para pengurus partai atau kader partai berbeda terdapat dinamika bukan hanya antar kepala daerah tapi hubungan antar partai, mengikuti ritme hubungan politik.
"Tapi kita berharap beliau-beliau ini para kepala daerah baik gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati dan walikota, wakil walikota bisa membedakan kapan beliau sebagai kader partai yang mungkin beda pilihan dengan kepala daerah yang lain dan kapan sebagai sama-sama kepala daerah yang harus terus berkoordinasi secara profesional," tandasnya.
Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd resmi melepas masa jabatannya pada tanggal 19 September 2023. Oleh karena itu, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku ditunjuk Penjabat Gubernur NTB terpilih Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si untuk memimpin daerah hingga terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur definitif periode 2024-2029.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....