2.500 SDM NTB Disiapkan Jadi Modal Ekonomi dari MotoGP Mandalika

  • 07 Okt 2026 11:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah — MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menjadi ajang balap motor dunia. Ribuan sumber daya manusia (SDM) lokal yang terlibat dalam penyelenggaraan event mulai diarahkan menjadi modal ekonomi jangka panjang bagi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebanyak 2.500 SDM asal NTB dilibatkan sebagai volunteer dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika. Mereka tidak hanya diberi pengalaman bekerja selama event, tetapi juga dibekali berbagai kompetensi yang bisa menjadi modal memasuki industri event dan pariwisata.

Direktur Operasional ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, mengatakan seluruh volunteer tersebut merupakan SDM lokal NTB yang telah melalui proses seleksi.

Mereka kemudian mendapat pelatihan sesuai kebutuhan penyelenggaraan event, mulai dari hospitality, crowd management, security hingga berbagai kompetensi pendukung lainnya.

“Volunteer kita ini SDM lokal NTB. Mereka kita berikan training, sehingga bukan hanya datang untuk menjadi volunteer, tetapi mereka mendapatkan pengalaman dan kompetensi,” kata Troy.

Menurutnya, pengalaman selama MotoGP dapat menjadi bekal bagi para volunteer untuk mengembangkan profesi di luar penyelenggaraan MotoGP.

Pengalaman tersebut dinilai penting karena industri event dan pariwisata membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menghadapi event dengan jumlah pengunjung besar dan standar internasional.

Gubernur NTB Muhammad Iqbal menilai salah satu kompetensi yang memiliki peluang besar dikembangkan adalah crowd management atau pengelolaan kerumunan.

Kebutuhan tenaga dengan kemampuan tersebut, kata dia, tidak hanya muncul saat MotoGP. Kompetensi itu dapat digunakan dalam berbagai kegiatan berskala besar yang digelar di NTB.

Apalagi, NTB saat ini tengah mendorong pengembangan sektor Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).

“Ini bagian dari upaya kita menyiapkan momentum ekonomi ke depan,” kata Iqbal.

Menurutnya, penyelenggaraan event besar harus meninggalkan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat. Salah satunya dengan memastikan masyarakat lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Namun, Iqbal mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi agar NTB benar-benar siap menjadi tuan rumah berbagai event internasional.

Kebersihan, kualitas jalan dan penerangan masih menjadi sejumlah catatan yang perlu diperbaiki.

Ia menilai pembenahan fasilitas selama ini cenderung meningkat ketika MotoGP akan digelar, tetapi kembali menurun setelah event selesai.

Karena itu, pemerintah ingin standar pelayanan tersebut tidak lagi bersifat musiman.

“Sudah waktunya di edisi kelima ini kita harus permanen jadi host yang baik,” ujarnya.

Dari sisi akomodasi, tingkat hunian hotel dan penginapan di sekitar kawasan Mandalika telah mencapai 100 persen. Sementara wisatawan masih dapat ditampung di sejumlah destinasi lain seperti Mataram, Senggigi, Gili Air hingga Gili Trawangan.

Kondisi ini menunjukkan dampak MotoGP tidak berhenti di lintasan balap. Event tersebut juga mendorong kebutuhan tenaga kerja, jasa, akomodasi hingga sektor pariwisata di berbagai wilayah NTB.

Dengan 2.500 SDM lokal yang telah mendapat pengalaman dan pelatihan, MotoGP 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan cerita soal balapan, tetapi juga warisan keterampilan yang bisa terus digunakan masyarakat setelah event berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....