BAZNAS Lombok Barat Suntik Rp500 Juta, 62 Mustahik Didorong Naik Kelas Jadi Muzaki

  • 06 Okt 2026 19:20 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • BAZNAS Kabupaten Lombok Barat mengalokasikan hampir Rp500 juta untuk program bantuan usaha produktif tahun ini kepada 62 mustahik di 10 kecamatan.
  • Setiap penerima bantuan mendapatkan satu unit gerobak usaha senilai Rp6,5 juta ditambah modal kerja Rp1,5 juta, sehingga total nilai paket mencapai Rp8 juta per orang.
  • Program ini dirancang bukan hanya memberikan bantuan tunai, tetapi mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah melalui aset produktif dan modal usaha.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Upaya mendorong masyarakat berpenghasilan rendah agar mampu membangun kemandirian ekonomi terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat. Tahun ini, lembaga tersebut menggelontorkan hampir Rp500 juta melalui program bantuan usaha produktif untuk 62 mustahik di 10 kecamatan.

Bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang semata. Setiap penerima mendapatkan satu unit gerobak usaha senilai Rp6,5 juta sekaligus tambahan modal kerja sebesar Rp1,5 juta. Dengan demikian, nilai paket yang diterima masing-masing mustahik mencapai Rp8 juta.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir Al-Azhar, mengatakan program tersebut sengaja dirancang untuk menciptakan perubahan ekonomi yang berkelanjutan, bukan sekadar memberikan bantuan sesaat.

“Program ini kami arahkan agar mustahik tidak terus berada pada posisi penerima. Harapannya mereka bisa berkembang menjadi munfik dan pada tahap berikutnya mampu menjadi muzaki,” ujarnya, Selasa 6 Oktober 2026.

Secara keseluruhan, BAZNAS Lombok Barat mengalokasikan Rp496 juta untuk 62 penerima. Program tersebut juga memperoleh tambahan dukungan berupa 20 unit gerobak dari BAZNAS Provinsi NTB, sehingga intervensi bantuan tidak hanya menyentuh sisi permodalan, tetapi juga menyediakan sarana usaha yang dapat digunakan secara langsung.

Untuk menjaga ketepatan sasaran, BAZNAS menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat.

Calon penerima diseleksi dengan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 sampai desil 4. Bidang usaha yang menjadi sasaran cukup beragam, mulai dari kuliner, minuman, jajanan, perdagangan sayur dan buah, hingga usaha sembako.

Taisir menegaskan, proses seleksi tidak dilakukan secara sembarangan. Verifikasi diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria dan memiliki kebutuhan terhadap sarana usaha produktif.

“Verifikasi kami lakukan secara ketat supaya bantuan benar-benar tepat sasaran. Gerobak yang diberikan harus digunakan untuk usaha sendiri, dipelihara dengan baik, dan tidak boleh dijual maupun dialihkan kepada orang lain,” tegasnya.

Sebaran penerima program tahun ini mencakup 10 kecamatan, yakni Batulayar, Gerung, Gunungsari, Kediri, Kuripan, Labuapi, Lembar, Lingsar, Narmada, dan Sekotong.

Dari sisi pemerintah daerah, program tersebut dinilai sejalan dengan agenda penguatan ekonomi masyarakat sekaligus penanggulangan kemiskinan di Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat melalui Asisten III Setda Lombok Barat, H. Fauzan Husniadi, menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi BAZNAS dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Lombok Barat. Bantuan ini bukan hanya menjawab persoalan sosial, tetapi juga memberikan sarana dan modal yang dapat langsung dipakai masyarakat untuk membangun usaha,” katanya.

Fauzan juga meminta seluruh OPD memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS. Menurutnya, bantuan peralatan dan modal akan lebih efektif apabila diikuti pendampingan, pembinaan usaha, serta dukungan terhadap akses pasar.

Ia berharap para penerima tidak berhenti pada pemanfaatan bantuan, tetapi mampu mengembangkan usaha hingga memberikan dampak terhadap pendapatan keluarga.

“Di balik gerobak dan modal usaha ini terdapat ikhtiar bersama untuk meningkatkan derajat ekonomi keluarga. Kami berharap bantuan dikelola dengan tekun agar usaha tumbuh dan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat semakin cepat terwujud,” ucapnya.

Program tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengelolaan zakat dapat diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek mustahik, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. BAZNAS Lombok Barat berharap penerima bantuan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun usaha secara mandiri hingga suatu saat beralih dari penerima zakat menjadi orang yang mampu berinfak dan menunaikan zakat.

“Ketika penerima bantuan sudah mampu berdiri sendiri dan kemudian menjadi muzaki, di situlah keberhasilan pemberdayaan zakat benar-benar terlihat,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....