NTB Siapkan Tenaga Kerja Gratis untuk Dikirim ke Jepang

  • 06 Okt 2026 14:40 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB siap membiayai penuh pelatihan calon tenaga kerja agar memenuhi standar kompetensi industri Jepang, termasuk bahasa Jepang dan keterampilan mengemudi bus.
  • Kerja sama dengan perusahaan Hokkaido menyasar kebutuhan tenaga kerja di sektor transportasi, mekanik, hospitality, dan konstruksi.

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) serius membidik peluang kerja bagi tenaga terampil di Jepang. Pemprov NTB bahkan siap menanggung penuh biaya penyiapan kompetensi calon pekerja agar memenuhi standar industri Jepang.

Komitmen itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima audiensi 3eee, Inc., PT Sinergi Teknologi Madani Indonesia (STMI), serta sejumlah perusahaan transportasi asal Prefektur Hokkaido, Jepang, di Mataram, Selasa, 6 September 2026.

Iqbal mengatakan lebih dari 60 persen dari hampir 6 juta penduduk NTB berada pada usia produktif. Kondisi tersebut dinilai sebagai potensi besar yang harus dihubungkan dengan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.

"Kami siap berinvestasi penuh untuk menyiapkan skill dan kompetensi mereka sesuai spesifikasi, sertifikasi, dan standar yang dibutuhkan oleh industri di Jepang," kata Iqbal.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov NTB akan mengoptimalkan 100 SMK Negeri, SMK Swasta, serta Balai Latihan Kerja atau Skill Center.

Pelatihan akan dikemas dalam skema boarding school. Peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan dengan target kemampuan JLPT N3, sekaligus pelatihan teknis sesuai kebutuhan industri.

Salah satu sektor yang dibidik adalah pengemudi bus. Pemprov NTB bahkan menyiapkan armada bus dengan standar Jepang sebagai fasilitas latihan sebelum calon pekerja diberangkatkan.

"Khusus untuk sektor pengemudi bus, kami bahkan siap menyediakan armada bus khusus standar Jepang sebagai fasilitas latihan teknis," tegasnya.

Perwakilan 3eee, Inc. Indonesia, Agung, mengatakan perusahaan di Hokkaido saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil untuk sejumlah sektor. Kebutuhan tersebut antara lain pengemudi bus, mekanik otomotif, hospitality, serta tenaga konstruksi untuk wilayah Tokyo dan Osaka.

Menurutnya, tenaga kerja asal Lombok telah menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang.

"Saat ini sudah ada pengemudi bus asal Lombok pertama yang terbukti sukses bekerja di Hokkaido. Kami ingin memperluas kuota penyerapan tenaga kerja asal NTB," ujarnya.

Salah satu perusahaan yang hadir adalah Dohnan Bus yang mengoperasikan sekitar 3.000 armada. Perusahaan tersebut menyambut positif kesiapan NTB menyiapkan calon pekerja, termasuk dari sisi bahasa dan lisensi mengemudi.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Iqbal dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Hokkaido. Kunjungan itu akan difokuskan pada peninjauan fasilitas kerja, penguatan perlindungan tenaga kerja NTB, serta perluasan kerja sama pendidikan dan ekonomi antara NTB dan Jepang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....