Dusun Ai Bari Terancam Tergerus Abrasi

  • 06 Okt 2026 12:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa — Warga Dusun Ai Bari, Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, menghadapi ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Gerusan gelombang kini mendekati jalan lingkungan, yang menjadi akses utama warga di dua dusun tersebut.

Kepala Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Suhri, Selasa 6 Oktober 2026, mengatakan kondisi abrasi semakin terlihat terutama saat musim penghujan. Gerusan air terus mendekati badan jalan dan permukiman warga.

“Terutama pada musim penghujan, abrasi di Dusun Ai Bari sudah hampir mendekati jalan lingkungan. Kami khawatir kalau tidak segera tertangani, nanti saat musim penghujan jalan bisa putus,” kata Suhri.

Menurutnya, ruas jalan yang terancam tergerus memiliki panjang sekitar 50 meter. Jalan tersebut berbatasan langsung dengan rumah penduduk dan masjid.

Kondisi itu membuat ancaman abrasi tidak hanya membahayakan akses transportasi warga, tetapi juga permukiman dan fasilitas umum di sekitar lokasi.

Suhri mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Bupati Sumbawa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa. Pemerintah desa berharap, penanganan dapat dilakukan sebelum gerusan semakin meluas.

Sebelumnya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Barat bersama BPBD Kabupaten Sumbawa telah memberikan bantuan berupa karung untuk penanganan sementara. Warga mengisi karung tersebut dengan pasir dan menyusunnya sebagai talud penahan gelombang.

Namun, pemasangan talud sementara itu belum menjangkau seluruh rumah warga yang berada di sepanjang kawasan rawan abrasi. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah yang belum terlindungi tetap menghadapi ancaman gerusan gelombang.

“Pemasangan talud belum merata di rumah penduduk. Jadi, rumah warga yang belum terpasang talud masih terancam abrasi,” ujarnya.

Suhri menyebut Dusun Ai Bari A dan Ai Bari B dihuni sekitar 300 kepala keluarga. Seluruh warga di dua dusun tersebut menggunakan jalan lingkungan yang berada di kawasan rawan abrasi sebagai akses utama.

Karena itu, pemerintah desa berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait membangun pengaman permanen. Salah satu opsi yang diusulkan, berupa beronjong atau pasangan batu penahan gelombang di sepanjang kawasan yang terancam.

Menurut Suhri, pembangunan pengaman secara menyeluruh dapat melindungi rumah warga, sekaligus menjaga keberadaan jalan lingkungan. Penanganan secara parsial dinilai belum cukup, karena titik yang belum terlindungi masih berpotensi mengalami abrasi.

Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses lingkungan bagi warga di Dusun Ai Bari A dan Ai Bari B. Jika gerusan terus terjadi dan badan jalan terputus, aktivitas warga di dua dusun itu akan terganggu.

“Karena itu kami harapkan ada penanganan segera,” kata Suhri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....