Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri, Ini Asal Nama dan Maknanya

  • 05 Okt 2026 17:47 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Kodam XXX/Rinambora resmi menjadi komando kewilayahan baru yang membawahi seluruh Provinsi NTB setelah diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai kehadiran Kodam Rinambora memperkuat pertahanan sekaligus sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

RRI.CO.ID, Mataram - Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki komando kewilayahan TNI sendiri. Kodam XXX/Rinambora resmi menjadi salah satu dari enam Kodam baru yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Puncak HUT ke-81 TNI di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Kodam baru ini akan membawahi seluruh wilayah Provinsi NTB. Sebelumnya, NTB berada di bawah teritorial Kodam IX/Udayana.

Nama Rinambora diambil dari dua gunung ikonik NTB, yakni Gunung Rinjani dan Gunung Tambora. Mayjen TNI Edi Saputra dipercaya menjadi Pangdam XXX/Rinambora yang pertama.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut positif pembentukan Kodam XXX/Rinambora. Menurutnya, kehadiran Kodam baru memperkuat struktur pertahanan sekaligus sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"Alhamdulillah, diresmikannya KODAM Rinambora akan semakin menguatkan kebersamaan TNI dan seluruh komponen. Pemerintah Daerah, Pemda, TNI, dan Polri dan rakyat itu harus selalu bersama-sama. TNI milik rakyat, TNI harus tetap bersama rakyat," kata Iqbal saat menghadiri upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Trisula Yonif 742/Satya Wira Yudha, Mataram.

Iqbal menilai keamanan dan keutuhan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat. Sinergi seluruh unsur dinilai penting untuk menciptakan rasa aman sekaligus mendukung pembangunan NTB.

"Keamanan dan keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.

Dalam upacara HUT ke-81 TNI di Mataram, Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief bertindak sebagai inspektur upacara. Ia membacakan amanat tertulis Panglima TNI.

Panglima TNI menegaskan kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi seluruh prajurit.

"Kepercayaan rakyat yang tinggi kepada TNI merupakan hasil dari pengabdian yang telah kita berikan. Kepercayaan tersebut adalah kehormatan sekaligus amanah yang wajib kita jaga," katanya.

Panglima TNI juga meminta prajurit meningkatkan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme seiring penguatan kemampuan pertahanan dan modernisasi alutsista.

Menghadapi perubahan lingkungan strategis dan ancaman terhadap keutuhan wilayah, TNI diminta tetap berpegang pada jati diri dan arah pengabdiannya.

Dalam HUT ke-81 TNI, lima nilai utama ditekankan sebagai pedoman prajurit, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Panglima TNI juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas dan mengawal pembangunan.

"Bangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....