106 Shuttle Bus Disiapkan Selama MotoGP Mandalika 2026
- 05 Okt 2026 16:47 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Antusiasme terhadap MotoGP Mandalika 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kondisi ini membuat penyelenggara memperluas skema transportasi dengan menambah titik layanan dan menyiapkan lebih dari 160 armada shuttle untuk mengantisipasi pergerakan penonton.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan peningkatan jumlah penonton menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan MotoGP tahun ini.
Menurutnya, antusiasme tersebut tidak terlepas dari kehadiran pembalap Indonesia, Mario Aji dan Veda Ega, yang akan tampil di hadapan publik tuan rumah. Selain itu, rangkaian hiburan yang disiapkan selama gelaran MotoGP juga diperkirakan ikut menarik penonton.
“Antusiasme tahun ini cukup tinggi. Kehadiran pembalap Indonesia dan rangkaian hiburan juga menjadi faktor yang mendorong masyarakat datang ke Mandalika,” ujar Troy, Senin 5 Oktober 2026.
Dengan potensi peningkatan tersebut, transportasi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus. Sistem yang disiapkan tidak hanya mengatur pergerakan penonton menuju sirkuit, tetapi juga menghubungkan sejumlah titik kedatangan di Lombok.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Khaerus Sobri, mengatakan sebanyak 42 shuttle luar disiapkan untuk menghubungkan titik kedatangan dengan Parkir Timur dan Parkir Barat.
Titik layanan tahun ini diperluas. Selain Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), shuttle disiapkan dari Bangsal, Senggigi dan Lembar.
Bangsal akan melayani penonton dari kawasan Gili, termasuk dengan dukungan penyeberangan malam. Senggigi diarahkan untuk melayani penonton dari Bali, sedangkan Lembar menjadi salah satu titik layanan bagi penonton yang datang melalui jalur penyeberangan.
Dari titik-titik tersebut, penonton kemudian akan diteruskan menggunakan shuttle dalam menuju kawasan Sirkuit Mandalika.
Untuk layanan shuttle dalam, DAMRI menyiapkan 118 kendaraan yang terdiri atas medium bus, HiAce dan bus besar. Satu unit bus khusus juga disediakan untuk melayani penonton penyandang disabilitas.
Pengaturan pergerakan penonton juga dilakukan melalui gelang yang memuat informasi jadwal keberangkatan dan kepulangan. Sistem ini disiapkan untuk mengurangi risiko penumpukan akibat penonton datang atau pulang pada waktu yang bersamaan.
Meski demikian, penonton yang tidak menggunakan gelang tetap dapat diangkut apabila masih tersedia kursi.
Layanan shuttle luar dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.00 WITA. Setelah itu, shuttle dalam akan menjalankan skema sapu bersih terhadap penonton yang masih berada di kawasan sirkuit dan mengantarkannya menuju Mataram.
Skema ini sekaligus menjadi antisipasi terhadap salah satu persoalan yang kerap muncul dalam event besar, yakni penumpukan penonton setelah acara berakhir.
Dari sisi keamanan, kepolisian menempatkan personel pada setiap bus shuttle dalam DAMRI. Pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang sekaligus mengantisipasi potensi gangguan selama perjalanan.
Kasub Satgas Kawal Operasi Mandalika, Kompol Yazona Fajri Sidik, mengatakan kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menghadapi peningkatan volume kendaraan.
Penyekatan disiapkan di sejumlah titik, di antaranya Bundaran Sunggung dan Bundaran BIZAM. Polisi juga menyiapkan opsi contraflow apabila kepadatan lalu lintas meningkat.
Dengan skema tersebut, peningkatan jumlah penonton MotoGP Mandalika tahun ini diikuti dengan perluasan sistem transportasi. Penonton tidak hanya disiapkan akses menuju sirkuit, tetapi juga jalur kepulangan hingga malam hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....