Pemkab Sumbawa Gandeng NGO Bantu 173 Anak Yatim

  • 05 Okt 2026 09:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa — Pemerintah Kabupaten Sumbawa, menggandeng lembaga kemanusiaan dalam dan luar negeri untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kepada 173 anak yatim dan kaum dhuafa di Kabupaten Sumbawa.

Yayasan Kebaikan Madani Indonesia bersama Stichting Rizq asal Belanda dan Asar Humanity menyerahkan bantuan tersebut di halaman TKIT Permata Hati, Kompleks Unter Katimis, Kelurahan Uma Sima, Minggu 4 Oktober 2026.

Kegiatan itu mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., hadir dalam kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepedulian lembaga-lembaga kemanusiaan tersebut.

Budi menilai kolaborasi pemerintah daerah dengan organisasi nonpemerintah atau NGO dapat memperluas jangkauan pelayanan sosial kepada masyarakat. Ia mengapresiasi Stichting Rizq, Asar Humanity, dan Yayasan Kebaikan Madani Indonesia yang ikut mengambil bagian dalam membantu anak yatim di Sumbawa.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan dari Stichting Rizq, Asar Humanity, dan Yayasan Kebaikan Madani Indonesia untuk 173 anak-anak yatim,” kata Budi.

Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga membutuhkan dukungan lembaga kemanusiaan, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat.

“Tentu kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah dan NGO bisa terus bersinergi membantu masyarakat kita,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran program wakaf produktif Wardaya atau Warung Keluarga Dhuafa Berdaya Fried Chicken (WFC).

Program tersebut mengusung konsep kewirausahaan sosial atau social preneur. Pengelola mengarahkan program itu untuk membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat dhuafa sehingga penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Budi menyatakan Pemkab Sumbawa siap mendampingi pengembangan program Wardaya Fried Chicken. Ia berharap program wakaf produktif tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat kepada lebih banyak masyarakat.

“InsyaAllah saya siap mendampingi dan membina hingga program ini besar dan membantu banyak masyarakat dhuafa di luar sana,” katanya.

Budi juga mengajak seluruh pihak untuk melihat program sosial tidak hanya dari sisi bantuan langsung. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Suasana kegiatan sempat berlangsung cair ketika Budi menyampaikan candaan mengenai produk ayam yang menjadi bagian dari program WFC. Ia mengaku menyukai makanan berbahan ayam.

“InsyaAllah pagi ini akan kita launching bersama-sama sebagai mimpi kita semua. Dan saya juga sangat suka makan ayam,” ujarnya.

Budi kemudian mengaitkan bagian ayam dengan sebuah candaan yang membuat peserta kegiatan tertawa.

“Katanya kalau yang suka ceker, jago cari uang. Nah, kalau saya sukanya sayap, karena saya suka terbang ke mana-mana,” katanya.

Setelah meresmikan program WFC, Budi memberikan dukungan langsung terhadap usaha tersebut. Ia memborong seluruh produk makanan yang tersedia dan membagikannya secara gratis kepada anak-anak yatim, kader posyandu, serta panitia kegiatan.

Aksi tersebut mendapat perhatian peserta karena Budi tidak hanya menyampaikan dukungan melalui sambutan, tetapi juga membeli produk yang dihasilkan program wakaf produktif tersebut.

“InsyaAllah sebagai bentuk dukungan dan perhatian, kita yakin ini akan menjadi gerakan social preneur yang akan membantu banyak orang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....