Pertaruhkan Status PPPKnya, Dedy Suhirman Pilih Mengabdi untuk Desa Golong
- 03 Okt 2026 17:54 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Dedy Suhirman, seorang PPPK Paruh Waktu, resmi mendaftar sebagai calon Kepala Desa Golong dalam Pilkades serentak Kabupaten Lombok Barat 2026.
- Pendaftaran calon kepala desa dilakukan pada Jumat, 2 Oktober 2026, dengan Dedy Suhirman tercatat sebagai pendaftar kelima.
- Tahapan penjaringan calon kepala desa di Desa Golong telah dibuka sejak 28 September 2026.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pilihan besar diambil Dedy Suhirman. Di tengah statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, ia memutuskan maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Lombok Barat 2026.
Dedy resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Desa Golong pada Jumat, 2 Oktober 2026. Ia tercatat sebagai pendaftar kelima sejak tahapan penjaringan calon kepala desa di Desa Golong dibuka pada 28 September lalu.
Pendaftaran tersebut masih berlangsung hingga 7 Oktober 2026. Namun, bagi Dedy, keputusan mengikuti kontestasi desa bukan sekadar upaya mendapatkan posisi sebagai kepala desa.
Ia menyebut pencalonan tersebut sebagai pilihan untuk memperluas ruang pengabdian kepada masyarakat. Bahkan, konsekuensi terhadap status pekerjaannya di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Barat telah diperhitungkan.
Jika nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat dan ditetapkan sebagai Kepala Desa Golong, Dedy menyatakan siap meninggalkan status PPPK Paruh Waktu yang saat ini dijalaninya.
“Ini bagian dari pilihan saya untuk mengabdikan diri dalam ruang yang lebih luas dan bersama-sama mendorong kemajuan Desa Golong,” ujarnya usai mendaftarkan diri.
Sebaliknya, apabila belum memperoleh amanah masyarakat, ia memastikan akan kembali menjalankan tugasnya sebagai PPPK. Sikap tersebut menunjukkan bahwa keputusan maju dalam Pilkades telah dipertimbangkan dengan konsekuensi yang menyertainya.
Dalam pencalonannya, Dedy membawa gagasan pembangunan yang dirumuskan melalui visi “Terwujudnya Desa Golong yang Berbudaya, Mandiri, dan Sejahtera serta dilandasi nilai-nilai Taat Tindih dan Terampil.”
Visi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah agenda yang menyentuh pemerintahan, ekonomi, sumber daya manusia, infrastruktur, lingkungan hingga penguatan peran masyarakat.
Salah satu perhatian yang dikedepankan adalah menjaga keharmonisan warga di tengah keberagaman. Dedy ingin hubungan masyarakat Muslim, Hindu dan seluruh kelompok masyarakat terus diperkuat melalui toleransi, sikap saling menghormati dan budaya gotong royong.
Pada sektor pemerintahan desa, ia menawarkan konsep pelayanan yang bersih, terbuka dan tidak membedakan masyarakat berdasarkan status sosial. Pelayanan publik, menurut gagasannya, harus dibuat lebih cepat, mudah, adil dan transparan.
Masyarakat juga didorong tidak hanya menjadi penerima pembangunan. Mereka diharapkan terlibat sejak proses perencanaan hingga pengawasan agar pembangunan desa benar-benar berangkat dari kebutuhan warga.
“Pemerintahan desa harus hadir sebagai pelayan masyarakat dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya dalam pembangunan,” katanya.
Dari sisi ekonomi, Dedy menaruh perhatian pada pengembangan usaha masyarakat. UMKM, pertanian, peternakan, ekonomi kreatif dan berbagai potensi lokal akan diarahkan agar memiliki akses lebih luas terhadap pelatihan, pemasaran dan jejaring kerja sama.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga masuk dalam agenda yang dibawanya. Pendidikan, keterampilan, kepemudaan, olahraga serta kegiatan sosial-keagamaan dinilai perlu mendapat ruang agar masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kemampuan dan daya saing.
Sementara itu, pembangunan fisik diarahkan agar tidak terpusat pada wilayah tertentu. Jalan, irigasi, sanitasi, air bersih, fasilitas umum dan kebutuhan infrastruktur lainnya akan diprioritaskan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing dusun.
Dedy juga memasukkan pelestarian budaya sebagai bagian penting dari pembangunan desa. Tradisi dan kesenian lokal tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi sebagai kekuatan sosial yang dapat dirawat bersama.
Keberagaman agama dan budaya pun ingin ditempatkan sebagai modal untuk memperkuat persatuan masyarakat Desa Golong.
“Keberagaman yang ada di Desa Golong harus menjadi kekuatan untuk membangun, bukan menjadi alasan untuk terpecah,” ucapnya.
Agenda lainnya menyasar lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kesadaran menjaga kebersihan, pengelolaan sampah serta penciptaan lingkungan yang sehat dan nyaman menjadi bagian dari gagasan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Tidak kalah penting, Dedy ingin memperbesar keterlibatan perempuan, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani serta berbagai kelompok masyarakat dalam proses pembangunan desa.
Menurut dia, pembangunan tidak akan berjalan maksimal jika hanya bertumpu pada pemerintah desa. Kolaborasi seluruh unsur masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar memiliki manfaat.
“Desa yang maju tidak cukup hanya dibangun pemerintah, tetapi harus dikerjakan bersama oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dengan seluruh gagasan tersebut, Dedy menyatakan pencalonannya sebagai bakal calon Kepala Desa Golong merupakan ikhtiar untuk menghadirkan pengabdian dalam ruang yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia pun menyerahkan keputusan akhir kepada warga Desa Golong melalui proses Pilkades yang akan berlangsung sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
“Yang saya tawarkan adalah gagasan, pengabdian dan kemauan untuk bekerja bersama masyarakat demi Golong yang lebih berbudaya, mandiri dan sejahtera,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....