Dari Kedebong Pisang jadi Cinderamata Bernilai Ekonomi
- 02 Okt 2026 21:03 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa – Tumpukan kedebong pisang biasanya berakhir sebagai limbah setelah buahnya dipanen. Namun, di tangan Faradian Agustin, bagian tanaman yang kerap terabaikan itu justru berubah menjadi bahan baku cinderamata bernilai ekonomi.
Di tempat usahanya, Gemala Craft, di Kawasan Jempol, Desa Labuhan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Faradian mengolah kedebong pisang menjadi material menyerupai kertas. Material tersebut kemudian ia bentuk menjadi berbagai produk cinderamata.
Usaha itu tidak lahir secara tiba-tiba. Faradian sudah memulai produksi cinderamata sejak 2012. Pada masa awal merintis usaha, ia masih mengandalkan berbagai bahan siap pakai, seperti pita dan material pendukung lainnya.
Pesanan datang silih berganti. Dalam satu bulan, ia mampu memproduksi hingga ribuan cinderamata. Sebagian besar pesanan berasal dari kebutuhan pernak-pernik pernikahan.
Kondisi itu berubah ketika pandemi Covid-19 melanda. Aktivitas masyarakat terhenti dan pesanan cinderamata ikut menghilang. Faradian bahkan tidak menerima pesanan sama sekali.
Persoalan tidak berhenti di situ. Pada saat yang sama, berbagai platform jual beli daring menawarkan produk cinderamata, dengan harga yang sangat murah. Kondisi tersebut membuat persaingan usaha semakin berat bagi pelaku UMKM seperti dirinya.
Faradian kemudian mencari cara agar produknya memiliki ciri khas sekaligus menekan biaya produksi. Ia mulai melihat bahan-bahan alami di sekitarnya sebagai peluang.
Pilihan itu akhirnya jatuh pada kedebong pisang.
Faradian mengolah kedebong pisang melalui proses fermentasi. Setelah melalui proses tersebut, bahan itu kemudian dicetak hingga memiliki bentuk menyerupai lembaran kertas.
Lembaran berbahan kedebong pisang itu selanjutnya menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan cinderamata Gemala Craft.
“Dengan bahan kedebong pisang, anggaran yang digunakan sedikit. Kami tetap menggunakan bahan siap pakai, tetapi tidak terlalu banyak,” kata Faradian, Jumat 2 Oktober 2026.
Inovasi tersebut membuat produknya tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menawarkan pemanfaatan bahan alami yang sebelumnya kurang diperhatikan.
Faradian tetap mempertahankan sejumlah material siap pakai untuk mendukung produknya. Namun, penggunaan kedebong pisang memberikan ruang baginya untuk menekan kebutuhan bahan, sekaligus mengembangkan karakter produk.
Perjalanan mengembangkan usaha juga membawanya mengikuti berbagai kegiatan pengembangan UMKM. Salah satunya melalui program Bale Berdaya yang digagas PT AMNT.
Kesempatan mengikuti program tersebut berawal dari sebuah pameran dalam rangka HUT Kabupaten Sumbawa. Saat itu, Faradian memperkenalkan produk Gemala Craft kepada pengunjung.
Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, kemudian melihat produk tersebut dan melakukan pendataan. Dari proses itulah, Faradian mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Bale Berdaya.
Pelatihan tersebut membuka pengalaman baru bagi Faradian. Ia tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengembangan usaha, tetapi juga mendapat kesempatan memperkenalkan produk dan profil usahanya di hadapan sejumlah peserta.
Dari proses presentasi tersebut, Faradian terpilih sebagai salah satu penerima bantuan peralatan berupa Scroll Saw.
Peralatan itu langsung memberikan perubahan dalam proses produksi. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama kini dapat ia lakukan dengan lebih cepat.
“Setelah mendapatkan bantuan, pekerjaan menjadi lebih ringan. Produksi juga menjadi lebih cepat,” ujarnya.
Kini, produk Gemala Craft mulai menjangkau pasar yang lebih luas. Faradian telah memasarkan sejumlah produknya melalui beberapa lokasi, termasuk Bandara Sumbawa dan salah satu pusat oleh-oleh di daerah tersebut.
Ia juga terus berharap ada ruang pemasaran yang lebih berkelanjutan bagi produk UMKM lokal. Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya mendapat kesempatan mengikuti pameran, ketika pemerintah menggelar sebuah kegiatan.
“Kita ingin agar usaha kami bisa diperhatikan. Kami harap ada semacam sistem berkelanjutan bagi para pelaku UMKM,” katanya.
Ditengah upayanya mengembangkan Gemala Craft, Faradian juga menyiapkan rencana lain. Ia ingin membangun pusat pelatihan pembuatan cinderamata bagi siswa sekolah.
Rencana tersebut tidak semata-mata untuk memperluas usahanya. Faradian ingin berbagi keterampilan kepada siswa sekaligus mengarahkan mereka pada kegiatan produktif.
Melalui pelatihan itu, ia berharap siswa dapat mengenal proses pembuatan cinderamata dan melihat bahwa bahan yang selama ini dianggap tidak bernilai masih bisa diolah menjadi produk kreatif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....