Nobar G30S PKI di SDN 3 Rumak, Cara Sekolah Tanamkan Pancasila sejak Dini

  • 01 Okt 2026 16:38 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • SDN 3 Rumak di Lombok Barat menyelenggarakan kegiatan nonton bareng film G30S PKI sebagai bagian dari upaya penanaman nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik.
  • Kepala sekolah Hj. Ro'aini menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekadar menonton film sejarah, tetapi juga untuk mengenalkan nilai kebangsaan dan memperkuat karakter anak sejak usia sekolah dasar.
  • Program pembentukan karakter melalui pemahaman sejarah nasional dirancang untuk memperdalam kesadaran peserta didik tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik di SDN 3 Rumak, Lombok Barat, dilakukan melalui berbagai kegiatan pembentukan karakter. Salah satunya dengan mengajak siswa menyaksikan bersama film bertema sejarah Gerakan 30 September atau G30S PKI.

Kepala SDN 3 Rumak, Hj. Ro'aini, mengatakan kegiatan nonton bareng tersebut tidak semata-mata diarahkan sebagai kegiatan menonton film sejarah. Menurutnya, momentum itu dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan nilai kebangsaan sekaligus memperkuat karakter anak sejak usia sekolah dasar.

"Melalui nonton bareng film G30S PKI, anak-anak diharapkan dapat mengenal nilai-nilai Pancasila dan menanamkannya sejak dini," ujarnya, Rabu 30 September 2026.

Ro'aini menjelaskan, pembentukan karakter siswa menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Anak-anak tidak hanya didorong memiliki kemampuan akademik, tetapi juga dibiasakan untuk mampu berinteraksi, berkolaborasi, menjaga kedisiplinan, serta memiliki rasa cinta terhadap tanah air.

Pembiasaan tersebut, katanya, diterapkan melalui sejumlah kegiatan rutin sekolah. Salah satunya kegiatan IMTAK yang dilaksanakan setiap Jumat sebagai bagian dari pembinaan karakter dan nilai-nilai positif peserta didik.

Selain itu, sekolah juga menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dalam aktivitas keseharian siswa. Nilai kedisiplinan dan kecintaan terhadap tanah air turut diperkuat melalui kegiatan olahraga yang rutin dilaksanakan setiap Selasa.

"Setelah kegiatan olahraga, anak-anak kami biasakan menyanyikan lagu wajib dan lagu-lagu nasional. Dari kegiatan sederhana itu kami memberikan pemahaman tentang kedisiplinan dan kecintaan terhadap bangsa," katanya.

Menurut Ro'aini, pembentukan karakter anak pada era digital membutuhkan perhatian yang lebih serius. Arus informasi yang begitu cepat membuat siswa perlu mendapatkan pendampingan agar mampu memilah informasi yang diterimanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran siswa untuk menjauhi tindakan perundungan atau bullying. Lingkungan sekolah, katanya, harus menjadi ruang yang aman bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan berkembang.

"Anak-anak juga kami arahkan agar menjauhi bullying serta belajar membedakan informasi yang benar dan yang tidak benar," tegasnya.

Ro'aini menambahkan, perkembangan teknologi dan kemunculan berbagai bentuk konten berbasis kecerdasan buatan membuat kemampuan memilah informasi semakin penting. Anak-anak perlu dibekali pemahaman agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan AI seperti sekarang, anak-anak harus lebih berhati-hati terhadap informasi yang mereka terima karena tidak semuanya benar," ucapnya.

Ia berharap seluruh kegiatan pembiasaan di sekolah dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, menghargai sesama, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.

"Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mampu berinteraksi, berkolaborasi dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....