Buku MotoGP Mandalika Ungkap Dampak Ekonomi hingga Rp4,7 Triliun

  • 30 Sep 2026 20:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Jakarta— Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 diperkirakan memberikan dampak ekonomi hingga Rp4,7 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu temuan dalam Buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas bersama ITDC dan MGPA, Rabu 30 September 2026.

Kajian tersebut menghitung dampak ekonomi MotoGP dari aktivitas langsung, tidak langsung hingga dampak lanjutan. Event internasional itu juga disebut menciptakan puluhan ribu kesempatan kerja pada tahap persiapan dan penyelenggaraan.

Dampaknya dirasakan sejumlah sektor, mulai dari pariwisata, UMKM, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif hingga masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

Tak hanya dari sisi ekonomi, MotoGP Mandalika juga menghasilkan nilai promosi yang besar. Eksposur media global selama penyelenggaraan MotoGP 2025 tercatat memiliki Advertising Value Equivalency (AVE) mencapai 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat MotoGP Mandalika bukan hanya sebagai ajang balap, tetapi sebagai instrumen pengembangan pariwisata olahraga dan ekonomi daerah.

Kajian Bappenas bersama ITDC dan MGPA dilakukan melalui survei yang melibatkan lebih dari 1.800 responden, mulai dari penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja hingga sponsor.

Hasil survei menunjukkan skor pengalaman penonton mencapai 5,07 dari skala 6. Sementara kepuasan tenaga kerja dan relawan mencapai 5,51, sedangkan kepuasan pelaku UMKM dan tenant berada di angka 5,23.

Kajian itu juga memperkirakan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi mendorong kunjungan wisatawan sekitar 11 persen apabila dibarengi promosi destinasi yang terintegrasi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pengalaman MotoGP Mandalika menunjukkan pentingnya membangun ekosistem industri olahraga yang lebih terpadu.

Menurutnya, potensi industri olahraga di Indonesia masih belum sepenuhnya dikonversi menjadi nilai tambah, investasi dan lapangan kerja di dalam negeri.

“Pembelajaran dari MotoGP Mandalika menunjukkan pentingnya pengembangan ekosistem industri olahraga yang terpadu,” ujar Rachmat.

Temuan dalam buku tersebut kemudian menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menyusun Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional.

Desain tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah, memperjelas pembagian peran antar pemangku kepentingan, serta memperkuat pemantauan dan evaluasi industri olahraga.

Sementara itu, Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan pengalaman MotoGP Mandalika perlu dikembangkan agar manfaatnya tidak berhenti pada saat event berlangsung.

ITDC mendorong agar penyelenggaraan MotoGP dapat menjadi bagian dari pengembangan kawasan dalam jangka panjang melalui penguatan infrastruktur, fasilitas, layanan dan kolaborasi dengan pelaku industri serta masyarakat sekitar.

“Momentum ini perlu ditransformasikan dari sekadar event-based economy menjadi event-led development,” katanya.

Pihaknya berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar penguatan kebijakan sport tourism sekaligus pengembangan industri olahraga nasional dalam mendukung target pembangunan 2025–2029.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....