Ada Target Baru GSMS Lombok Barat, Seni Akan Menjangkau Sekolah
- 29 Sep 2026 09:01 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pagelaran Hasil GSMS diselenggarakan di Gedung Budaya Narmada, Lombok Barat pada Senin 28 September 2026 sebagai ajang menampilkan kreativitas pelajar.
- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendorong GSMS menjadi program berkelanjutan yang bukan hanya penutup rangkaian pembelajaran seni tetapi investasi jangka panjang.
- Program GSMS ditargetkan akan menjangkau lebih banyak sekolah pada tahun-tahun mendatang dengan dukungan pemerintah daerah.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Panggung Gedung Budaya Narmada, Lombok Barat, menjadi ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan hasil kreativitas mereka melalui Pagelaran Hasil Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), Senin 28 September 2026.
Namun, pertunjukan tersebut bukan sekadar penutup rangkaian pembelajaran seni. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat justru mendorong GSMS menjadi program berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak sekolah pada tahun-tahun mendatang.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengatakan pengalaman berkesenian di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk keberanian, kreativitas dan karakter peserta didik.
Menurutnya, anak-anak tidak hanya membutuhkan ruang untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga membutuhkan wadah untuk mengembangkan imajinasi dan mengekspresikan gagasan melalui seni.
"Saya sangat bangga melihat tarian dan kekompakan anak-anak kita. Seni memberikan ruang kepada mereka untuk menuangkan pikiran, imajinasi dan perasaan," ujarnya.
Nurul Adha menilai GSMS mempunyai manfaat yang lebih luas karena mempertemukan dunia pendidikan dengan para pelaku seni. Interaksi tersebut dinilai dapat membuat proses belajar menjadi lebih hidup sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Karena itu, Pemkab Lombok Barat membuka ruang agar program tersebut tidak berhenti setelah pelaksanaan 2026.
"Harapan kita GSMS tidak selesai di tahun 2026. Kita akan memberikan support agar program ini dapat berlanjut pada 2027 dan ke depan menjangkau lebih banyak sekolah di Lombok Barat," tegasnya.
Ia juga menginginkan seni menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang mampu menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan. Dengan demikian, peserta didik memiliki ruang positif untuk menemukan minat, mengasah kemampuan serta membangun kepercayaan diri.
Bagi Nurul Adha, penguatan pendidikan seni juga berkaitan dengan upaya membangun masa depan anak. Sekolah diharapkan bukan hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan cita-cita.
"Dengan seni, anak-anak kita memiliki ruang untuk berekspresi, merasakan kebahagiaan di sekolah, mencintai budaya Sasak dan membangun cita-cita yang lebih tinggi. Kita ingin menyiapkan generasi penerus yang lebih baik dari kita," katanya.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Sumari Adi Wibakso, S.Sn., M.M., menjelaskan GSMS dirancang sebagai salah satu upaya membantu sekolah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik di bidang seni dan budaya.
Program tersebut menyasar satuan pendidikan, termasuk SD dan SMP, dengan menghadirkan seniman untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses berkarya.
Sumari mengatakan kondisi di sejumlah sekolah, terutama jenjang SD, menunjukkan pembelajaran seni budaya masih menghadapi persoalan ketersediaan guru yang mempunyai latar belakang pendidikan khusus di bidang seni.
"Melalui GSMS, kebutuhan dan kekurangan guru seni di sekolah dapat difasilitasi. Karena itu diperlukan kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar keterbatasan guru seni tidak mengurangi aktivitas berkarya dan berkesenian di sekolah," jelasnya.
Menurut dia, materi seni dalam GSMS tidak dibuat seragam. Jenis kegiatan dapat disesuaikan dengan karakter sekolah serta potensi kesenian yang berkembang di masing-masing daerah.
Seni musik, tari, teater dan seni rupa menjadi beberapa bidang yang dapat dikembangkan melalui program tersebut. Pola itu sekaligus membuka kesempatan bagi seniman lokal untuk terlibat langsung dalam proses pendidikan.
"Kami ingin memberdayakan seniman daerah masing-masing. Jenis seni yang diajarkan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan potensi seni yang berkembang di daerah tersebut," ujarnya.
Sumari menegaskan, pagelaran yang berlangsung di Gedung Budaya Narmada seharusnya tidak dipandang sebagai tujuan akhir GSMS. Pertunjukan menjadi bagian dari proses untuk memperlihatkan perkembangan kemampuan siswa setelah mendapatkan pendampingan dari para seniman.
Pengalaman tersebut diharapkan terus dibawa peserta didik dalam kehidupan mereka, terutama dalam mengenali dan menghargai kebudayaan Indonesia.
"Kami berharap program ini melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, berkarakter, memiliki kepekaan berkarya dan bangga terhadap kekayaan budaya bangsa," katanya.
Ia memberikan apresiasi kepada seniman, guru, kepala sekolah dan pemerintah daerah yang telah mengambil bagian dalam pelaksanaan GSMS di Lombok Barat.
Ke depan, keberlanjutan program diharapkan dapat membuka akses lebih luas sehingga semakin banyak sekolah dan siswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari para pelaku seni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....