El Nino, Ancam Komoditi Jagung
- 22 Sep 2026 11:56 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Musim kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, berimbas pada komoditi jagung. Komoditi yang mulai dikembangkan masal di Kabupaten Dompu, sejak tahun 2010 itu, mulai diserang penyakit. Bahkan, kemarau ekstrem ini, juga mengancam gagal panen dibeberapa kecamatan.
Abdul Gani, Ketua Kelompok Tani So Ale 3, Desa Jambu Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu mengatakan, akibat kemarau ekstrem ini, jagung di yang ditanamnya, kerdil. Selain itu, penyakit seperti jamur, tumbuh di batang jagung miliknya.
"Ada sekitar 600 hektar di wilayah pertanian kecamatan Pajo. Rata-rata mengalami penyakit yang sama," katanya, Selasa, 22 September 2026.
Berbagai upaya dilakukan mulai dari penyemprotan hama hingga menaikkan air sungai untuk irigasi, tidak membuahkan hasil. Padahal, dua pekan kedepan, jagung-jagung milik petani di kawasan pertanian dekat dengan Obyek Wisata Wadu Jao ini, akan di panen.
Gani dan petani di kawasan ini, dipastikan tidak akan menikmati harga bagus yang saat ini berlaku. Untuk per kilonya, dengan kondisi kering panen, di hargai sebesar Rp5.300. Selain hasilnya menyusut, juga banyak bulir jagung yang bopeng.
"Lahan 1 hektar saya yang kemarin bisa mengasilkan 2 ton, mungkin kali ini hanya 500 kg saja, itupun mungkin yang bisa diambil hanya sebagian saja," katanya.
Abdul Gani dan petani di wilayah ini, sudah sepakat ingin mengistirahatkan lahannya hingga musim hujan tiba. Sebab, dikhawatirkan jika pasca panen nanti, jika dipaksakan ditanami, tidak hanya jagung nakun komoditi lain, dipastikan akan tidak mendapatkan hasil. Biaya modal yang dikeluarkan, tidak akan bisa kembali, akibat kondisi tanaman yang tidak bagus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....