Dampak Kemarau Ekstrem, Krisis Air Bersih di Dompu Meluas

  • 21 Sep 2026 12:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Krisis air bersih melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, seiring musim kemarau yang semakin panjang. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Kilo, Pajo, Hu'ustras, bagian wilayah Kecamatan Woja yang kini mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Di Kecamatan Woja, desa yang paling terdampak yakni desa Saneo, Serakapi, dan Madaprama.

Ketiga desa tersebut selama ini memang menjadi kawasan langganan bencana kekeringan dan krisis air bersih karena berada di wilayah pergitan cadas yang memiliki sumber air sangat terbatas.

Pelaksana tugas kepala pelaksana BPPD Kabupaten Dompu Wan Muntajul mengatakan berdasarkan hasil pendataan terbaru, bencana kekeringan telah berdampak pada 8.889 kepala keluarga atau sebanyak 26.697 jiwa yang tersebar di sejumlah kecamatan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Dompu terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama pada wilayah yang belum terjangkau jaringan PDAM maupun sumur bor dalam.

“Yak arena memang susah. Bukannya orangnya gak mau membuat sumur bor atau menjadi pelanggan PDAM. Tapi karena kondisi tanahnya yang tandus,” katanya, Senin, 21 September 2026.

BPBD menyiapkan empat unit mobil tangki air. Kendaraan tersebut, kata Wan Muntajul, merupakan bantuan operasional dari BPBD, PDAM Tirta Rora, serta dua unit mobil tangki milik Polres Dompu. Ia menjelaskan, empat mobil tangki tersebut secara bergiliran mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak dengan jadwal pelayanan setiap tiga hari sekali.

“Distribusi dilakukan sesuai tingkat kebutuhan masyarakat dan kondisi akses menuju lokasi,” katanya.

Selain menimbulkan krisis air bersih, musim kemarau juga memberikan dampak serius terhadap sektor pertanian. BPBD mencatat sekitar 35 persen dari total luas lahan pertanian Kabupaten Dompu atau sekitar 39.870 hektare mengalami kekeringan.

Sebagian besar lahan tersebut tidak dapat digarap petani karena selain minimnya curah hujan, wilayah tersebut juga belum memiliki fasilitas sumur bor dalam sebagai sumber air alternatif.

Kondisi ini menyebabkan terganggunya sistem irigasi dan mengancam produksi pertanian pada musim tanam tahun ini. Pemerintah Kabupaten Dompu terus melakukan koordinasi lintas instansi untuk memperluas layanan distribusi air bersih sekaligus mengupayakan solusi jangka panjang melalui pembangunan sarana air bersih dan sumur bor di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....