Perpanjangan Runway Bandara Sumbawa Masih Dikaji

  • 16 Sep 2026 13:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa — Rencana perpanjangan landasan pacu atau runway Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, hingga kini masih berada dalam tahap kajian Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa.

Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Tri Pono Basuki Wijianto, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian pemerintah daerah, terkait kelanjutan rencana tersebut. Ia menyebut keputusan untuk meneruskan atau menghentikan rencana perpanjangan runway, berada pada pemerintah daerah.

“Kajiannya masih di pemda. Apakah masih mau lanjutkan atau tidak, saya tidak tahu,” kata Tri Pono, Rabu 16. September 2026.

Saat ini, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa memiliki runway sepanjang 1.800 meter. Panjang tersebut juga masih tercantum dalam program masterplan bandara yang menjadi acuan pengembangan fasilitas penerbangan.

Tri Pono menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan kajian terkait kemungkinan memperpanjang runway. Namun, hasil kajian tersebut harus melalui proses lebih lanjut apabila pemerintah daerah memutuskan untuk meneruskan rencana pengembangan.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu membawa hasil kajian tersebut ke pemerintah pusat di Jakarta. Proses itu diperlukan, karena perubahan panjang runway juga akan berdampak pada masterplan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa.

“Kalau kita bisa perpanjang, pesawatnya bisa lebih besar. Tapi kita harus ubah masterplan-nya dulu,” ujarnya.

Tri Pono mengatakan, runway sepanjang 1.800 meter saat ini, sebenarnya sudah mampu melayani sejumlah pesawat jet yang beroperasi di Indonesia. Beberapa jenis pesawat dengan ukuran tersebut, telah dapat mendarat di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa.

Ia menyebut Boeing 737-500 sebagai salah satu jenis pesawat yang dapat masuk ke Sumbawa. Selain itu, pesawat ARJ milik TransNusa juga dapat beroperasi dengan kondisi runway yang tersedia saat ini.

Namun, perpanjangan runway akan membuka peluang bagi bandara untuk melayani pesawat dengan ukuran lebih besar. Salah satunya Airbus A320, yang membutuhkan fasilitas runway lebih memadai.

“Kalau bisa kita perpanjang, Airbus 320 bisa. Tapi dimensinya ada atau tidak,” kata Tri Pono.

Ia menilai kebutuhan perpanjangan runway juga perlu melihat kondisi dan kebutuhan penerbangan di Sumbawa secara menyeluruh. Dari sisi operasional bandara, menurutnya, kebutuhan tersebut belum tergolong mendesak. Karena, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa masih memiliki ruang kapasitas penerbangan.

“Kalau dari sisi bandara, karena kita masih punya slot luas, belum terlalu (mendesak, red),” ujarnya.

Meski demikian, Tri Pono menyebut pemerintah daerah dapat memiliki pertimbangan berbeda, jika melihat rencana perpanjangan runway dari perspektif makroekonomi Sumbawa. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kebutuhan konektivitas udara dan pengembangan ekonomi daerah.

“Tapi kalau dalam konteks makro ekonomi Sumbawa, mungkin view bisa berbeda. Itu kewenangan pemda menjelaskan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....