Program Desa Berdaya Provinsi NTB Kembali Sasar Dompu, 14 Desa Lolos Ferivikasi
- 16 Sep 2026 14:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali membidik 14 desa dan kelurahan di Kabupaten Dompu untuk masuk dalam program Desa Berdaya Tematik, setelah sebelumnya dua desa di daerah itu ditetapkan sebagai lokasi Desa Berdaya Transformatif.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Dompu, Arif Hidayatullah, mengatakan program Desa Berdaya Tematik diarahkan untuk memperkuat daya saing wilayah melalui pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing desa dan kelurahan.
Menurutnya, program tersebut memiliki sekitar 20 tema spesifik yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah.
Di antaranya desa bebas stunting, desa hijau, desa mandiri pangan, desa wisata maju, desa inklusi, desa ekspor hingga desa belajar.
"Kalau Desa Berdaya Transformatif yang sudah berjalan fokus pada pembangunan kemandirian keluarga, Desa Berdaya Tematik lebih diarahkan untuk memperkuat daya saing wilayah melalui potensi yang dimiliki masing-masing desa," katanya, Rabu, 16 September 2026.
Ia menjelaskan, Desa Berdaya Transformatif sebelumnya diterapkan di Desa Saneo, Kecamatan Woja, dan Desa Sori Tetanga.
Program tersebut menyasar desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem, dengan fokus membantu keluarga di kantong-kantong kemiskinan agar mampu meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, 14 desa dan kelurahan yang dibidik dalam program tematik tersebar di sejumlah kecamatan.
Di Kecamatan Woja, lokasinya meliputi Kelurahan Simpasai, Desa Nowa, dan Desa Bakajaya. Kecamatan Dompu mencakup Kelurahan Kandai Satu, Desa Karamabura, Desa Mangge Nae, dan Desa Mbawi.
Selanjutnya, Kecamatan Kempo meliputi Desa Soro Barat dan Desa Kempo. Kecamatan Pajo mencakup Desa Lune, Kecamatan Hu'u Desa Cempi Jaya, sedangkan Kecamatan Pekat meliputi Desa Pekat, Desa Doro Peti, dan Desa Tambora.
Arif mengatakan, dua skema Desa Berdaya tersebut merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB dengan pendekatan berbeda, namun sama-sama diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan memperkuat kemandirian desa.
Program tematik nantinya disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah sehingga pengembangannya tidak harus menggunakan pola yang sama antar-desa.
Dengan pendekatan tersebut, desa diharapkan tidak hanya menjadi penerima program, tetapi mampu mengembangkan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....