Pendaki WNA China Dievakuasi Selamat dari Jalur Senaru-Batu Ceper Rinjani

  • 15 Sep 2026 08:43 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi pendaki China Li Xianhua (47 tahun) dalam kondisi selamat setelah mengalami kecelakaan di jalur pendakian Senaru–Batu Ceper Gunung Rinjani.
  • Korban mengalami kecelakaan pada Senin, 14 September 2026 pukul 08.00 WITA setelah terpeleset di jalur pendakian dengan benturan keras di kepala hingga jatuh pingsan.
  • Lokasi evakuasi berada di Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu jalur pendakian populer untuk wisatawan domestik dan mancanegara.

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki warga negara asing (WNA) asal China, Li Xianhua (47), dalam kondisi selamat setelah mengalami kecelakaan di jalur pendakian Senaru–Batu Ceper, Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Li mengalami kecelakaan pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 08.00 WITA setelah terpeleset di jalur pendakian. Korban mengalami benturan keras di bagian kepala hingga jatuh pingsan.

Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai kondisi darurat tersebut sekitar pukul 10.00 WITA dari perwakilan EMHC, Mustiadi. Tim rescue dari Unit Siaga SAR Sembalun kemudian dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pertolongan dan evakuasi.

Untuk mempercepat proses penyelamatan, personel tambahan dari Kantor SAR Mataram dan Unit Siaga SAR Bangsal juga diberangkatkan ke lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Bustanil, mengatakan pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk mempercepat penanganan korban.

"Kami langsung merespons cepat laporan kondisi membahayakan manusia ini. Fokus utama adalah menjangkau korban secepat mungkin untuk memberikan pertolongan medis awal, mengingat korban dilaporkan mengalami cedera kepala dan pingsan," ujar Bustanil, Selasa 15 September 2026.

Dalam operasi tersebut, tim rescue membawa sejumlah peralatan utama SAR, di antaranya perlengkapan mountaineering, peralatan evakuasi medis, kendaraan operasional, serta peralatan pendukung lainnya.

Proses penyelamatan juga melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, yakni Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Nusa Medica Clinic Sembalun, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta para porter dan pemandu pendakian setempat.

Setelah melakukan pencarian dan penanganan di lokasi, tim rescue berhasil menjangkau korban sekitar pukul 20.15 WITA. Evakuasi kemudian dilakukan secara estafet dari tim yang sebelumnya menangani korban menuju Pos TNGR Senaru.

Pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 04.47 WITA, tim SAR gabungan bersama korban tiba di Pos TNGR Senaru. Korban selanjutnya dibawa ke Nusa Medica Clinic Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

"Tepat pada Selasa (15/9/2026) pukul 04.47 WITA, Tim SAR Gabungan bersama korban tiba di Pos TNGR Senaru. Korban langsung dievakuasi menuju Nusa Medica Clinic Sembalun guna mendapatkan penanganan medis lanjutan," kata Bustanil.

Dengan berhasil dievakuasinya korban dalam kondisi selamat, operasi SAR terhadap pendaki WNA tersebut resmi dinyatakan ditu

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....