Sekda NTB: Wartawan Harus Punya Rem dan Kompas di Tengah Banjir Informasi
- 13 Sep 2026 15:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, mengingatkan wartawan agar tidak hanya mengandalkan kecepatan dalam menyampaikan informasi. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, wartawan dinilai membutuhkan kemampuan mengendalikan diri serta pedoman yang kuat dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Pesan tersebut disampaikan Abul Chair saat menutup Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI NTB, Sabtu 12 September 2026.
Abul Chair mengibaratkan wartawan seperti pengemudi yang berada di jalan raya informasi. Menurutnya, kecepatan tetap menjadi bagian penting dalam kerja jurnalistik, tetapi harus diimbangi kompetensi, kemampuan mengendalikan diri, dan integritas.
"Kecepatan itu memang sangat penting akan tetapi kalau hanya bisa gas tapi tidak punya rem, tentu masalahnya berat. Kompetensi dan kemampuan mengemudi serta integritas harus menjadi kompas yang mengarahkan kita sampai ke tujuan yang dituju," kata Abul Chair.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Kepemilikan telepon seluler dan alat perekam yang semakin luas membuat sebuah informasi dapat disebarkan dalam hitungan detik dan dengan mudah menjadi viral.
Namun, menurutnya, informasi yang viral tidak selalu berarti telah melewati proses uji fakta dan verifikasi. Penyampaian informasi juga harus tetap memperhatikan standar etika jurnalistik.
"Prinsipnya yang penting viral dulu. Orientasi kewartawanan ini menjadi momentum untuk melakukan proses verifikasi informasi dan kepatuhan terhadap etika penyampaian informasi dan UU. Mudah-mudahan yang ikut kegiatan ini bisa menjadi jalan ilmu bagi yang lain," ujarnya.
Abul Chair juga menyoroti perubahan kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi. Media sosial seperti TikTok dan Facebook kini menjadi salah satu sumber informasi yang banyak digunakan masyarakat.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting. Pengetahuan yang diperoleh secara singkat melalui media sosial belum tentu memberikan pemahaman yang utuh dan mendalam terhadap suatu persoalan.
Dalam situasi tersebut, wartawan memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang telah melalui proses jurnalistik. Peran wartawan bukan sekadar menjadi pihak yang paling cepat menyampaikan informasi, tetapi memastikan informasi yang disampaikan memiliki dasar fakta dan konteks yang memadai.
Karena itu, Abul Chair menyambut baik pelaksanaan OKK dan UKW PWI NTB. Peningkatan kompetensi dan pemahaman terhadap etika dinilai penting agar wartawan mampu menjalankan profesinya secara profesional dan bertanggung jawab.
UKW PWI NTB berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu 11-12 September 2026. Kegiatan tersebut tercatat sebagai pelaksanaan UKW PWI secara nasional angkatan ke-864.
Sebanyak 54 wartawan mengikuti UKW yang terbagi dalam tiga kelas jenjang Muda, empat kelas Madya, dan dua kelas Utama. Setiap kelas diikuti maksimal enam peserta.
Selain UKW, rangkaian kegiatan juga diisi OKK yang diikuti sekitar 120 peserta. Pelaksanaan OKK dan UKW tersebut digelar PWI NTB secara mandiri sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....