PWI NTB Gelar UKW Mandiri, PWI Pusat Sebut Terbesar Sepanjang Sejarah

  • 12 Sep 2026 19:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat tonggak baru dengan menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri.

Pelaksanaan tersebut mendapat apresiasi dari PWI Pusat karena tingginya partisipasi wartawan sekaligus dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan kompetensi insan pers di NTB.

Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko, menyebut pelaksanaan UKW mandiri di NTB sebagai yang terbesar sepanjang sejarah PWI hingga saat ini. Ia berharap dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap PWI dapat terus diperkuat, terutama menjelang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.

“Sampai saat ini, ini adalah pelaksanaan UKW mandiri terbesar sepanjang sejarah. Kami memohon agar Pemerintah Provinsi NTB dapat terus membantu dan mendukung PWI NTB, terutama dalam persiapan menjelang Porwanas di Lampung tahun 2027 mendatang,” ujar Joko saat menutup kegiatan.

Pelaksanaan OKK dan UKW mandiri tersebut menjadi langkah penting bagi PWI NTB setelah melewati berbagai dinamika organisasi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kegiatan dapat terlaksana melalui kekompakan pengurus PWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Sekretaris PWI NTB, Fachrul Mustofa, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil dari kerja bersama seluruh jajaran organisasi.

“Alhamdulillah, semua badai terlampaui dan kita bisa gelar hari ini,” kata Fachrul.

Menurut Fachrul, UKW mandiri awalnya direncanakan hanya untuk dua kelas. Namun, tingginya minat wartawan membuat jumlah peserta meningkat menjadi 44 orang, sementara peserta pembukaan OKK mencapai sekitar 120 orang.

Keikutsertaan dalam OKK juga memiliki arti penting bagi anggota PWI. Selain menjadi salah satu syarat keanggotaan organisasi, OKK berkaitan dengan kepesertaan dalam Porwanas yang akan berlangsung di Lampung pada April 2027.

Penyelenggaraan UKW mandiri tersebut juga tidak terlepas dari arahan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair. Pada tahap awal konsultasi, PWI NTB memperoleh petunjuk mengenai mekanisme penyelenggaraan kegiatan secara mandiri.

PWI NTB juga mengapresiasi keterlibatan jajaran PWI Pusat yang hadir sebagai narasumber dan penguji dalam kegiatan tersebut, di antaranya Djoko, Parasakti, dan Edu.

Sekda Provinsi NTB, Abul Chair, yang hadir dalam penutupan kegiatan, turut memberikan apresiasi terhadap langkah PWI NTB. Menurutnya, perkembangan teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat tantangan profesi jurnalistik semakin kompleks.

Kemudahan masyarakat dalam memproduksi dan menyebarkan informasi membuat wartawan dituntut memiliki kemampuan lebih dari sekadar kecepatan dalam menyampaikan berita.

“Wartawan yang baik itu tidak hanya cepat mendapat berita, tapi juga harus mendapatkan fakta, tepat memahami konteks, dan bijak menyampaikan kepada publik,” tegas Abul Chair.

Ia mengibaratkan wartawan sebagai pengemudi di jalan raya informasi. Kecepatan dalam menyampaikan informasi, menurutnya, harus tetap diikuti kemampuan mengendalikan diri agar wartawan tidak terjebak pada informasi yang sekadar mengejar viral.

“Kalau hanya punya gas tapi tidak punya rem, tentu masalah juga. Maka etika jurnalistik itulah remnya,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa peningkatan kompetensi wartawan harus berjalan beriringan dengan penguatan etika dan integritas. Kemampuan memverifikasi fakta, memahami konteks, serta mempertanggungjawabkan informasi menjadi semakin penting ketika arus informasi bergerak semakin cepat.

Melalui OKK dan UKW mandiri, PWI NTB diharapkan dapat terus membangun kultur organisasi yang profesional sekaligus meningkatkan kualitas wartawan. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan melahirkan insan pers yang kritis, konstruktif, independen, dan tetap bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....