Bappeda Kawal Percepatan Infrastruktur Kabupaten Bima
- 10 Sep 2026 07:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima terus memperkuat langkah percepatan pembangunan infrastruktur melalui penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pendampingan terhadap Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama sejumlah perangkat daerah terkait dalam kunjungan lapangan ke beberapa lokasi strategis di Kabupaten Bima.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur, potensi pengembangan, sekaligus kebutuhan pembangunan di sejumlah sektor yang dinilai memiliki keterkaitan penting dengan pelayanan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.
Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kunjungan meliputi Holding Ground di Desa Pandai, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waduwani, jaringan irigasi DAM Keli di Desa Keli, Rumah Potong Hewan (RPH) Bolo di Desa Kananga, serta Pasar Bolo.
Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman mengatakan kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan proses perencanaan pembangunan tidak hanya didasarkan pada data administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan.
Menurutnya, setiap lokasi memiliki persoalan dan kebutuhan yang berbeda sehingga diperlukan pemetaan secara langsung agar dukungan pembangunan yang diusulkan dapat disusun berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat.
"Melalui kunjungan lapangan ini, kita bisa melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan di masing-masing lokasi. Ini penting sebagai bahan penguatan perencanaan sekaligus untuk menyampaikan kebutuhan daerah kepada pemerintah pusat secara lebih terukur," ujar Hariman.
Ia menjelaskan, kunjungan ke Holding Ground Desa Pandai berkaitan dengan kebutuhan dukungan infrastruktur yang dapat menunjang sektor peternakan. Sementara di TPA Waduwani, perhatian diarahkan pada kondisi serta kebutuhan pengelolaan persampahan agar dapat ditangani secara lebih baik dan berkelanjutan.
Selanjutnya, peninjauan jaringan irigasi DAM Keli di Desa Keli menjadi bagian dari upaya melihat kebutuhan infrastruktur pendukung sektor pertanian. Keberadaan jaringan irigasi yang memadai dinilai penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan keberlanjutan aktivitas masyarakat.
Tim juga meninjau RPH Bolo di Desa Kananga yang memiliki peran dalam mendukung pelayanan pemotongan hewan sekaligus menunjang sektor peternakan. Sedangkan kunjungan ke Pasar Bolo diarahkan untuk melihat kondisi sarana perdagangan yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Hariman menegaskan, berbagai hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan koordinasi lebih lanjut antara Bappeda, perangkat daerah teknis dan pemerintah pusat.
"Yang kita lakukan bukan sekadar melihat kondisi di lapangan. Setiap persoalan harus dapat diterjemahkan menjadi kebutuhan pembangunan yang jelas, kemudian disusun dalam perencanaan dan dikoordinasikan agar mendapatkan dukungan sesuai kewenangan dan prioritas," katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat semakin diperkuat sehingga kebutuhan infrastruktur strategis di Kabupaten Bima dapat ditangani secara bertahap.
Bappeda Kabupaten Bima, lanjutnya, akan terus mendorong perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan publik, produktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Dari lapangan kita melihat persoalan, melalui perencanaan kita menentukan prioritas, dan melalui kolaborasi kita mendorong hadirnya solusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bima," ucapnya menegaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....