Forikan NTB Ajak Anak KLU Gemar Makan Ikan sejak Dini
- 10 Sep 2026 07:27 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Forikan NTB mengajak anak-anak di Lombok Utara membiasakan makan ikan sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang dan mencegah stunting.
- Sebanyak 200 paket olahan ikan dibagikan dalam program GEMARIKAN, sementara angka stunting di Posyandu Sakura turun dari sekitar 18 persen menjadi 15,9 persen.
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, mengajak anak-anak di Kabupaten Lombok Utara (KLU) membiasakan makan ikan sejak dini. Kebiasaan ini dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang sekaligus membangun generasi sehat.
Ajakan itu disampaikan Sinta saat menghadiri kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di TK IT Babul Mujahidin, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Senin, 7 September 2026.
Suasana kegiatan berlangsung ceria. Sinta berinteraksi langsung dengan anak-anak dan bertanya, "Siapa yang suka makan ikan?" Pertanyaan itu langsung disambut dengan tangan-tangan kecil yang terangkat.
Dalam kegiatan tersebut, Forikan NTB bersama Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, TP PKK NTB, serta Tim Bunda Literasi NTB membagikan 200 paket olahan ikan berupa pentol dan nugget kepada anak-anak dan ibu-ibu.
Sinta menegaskan GEMARIKAN bukan sekadar membagikan makanan. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun kebiasaan makan ikan di lingkungan keluarga.
"Masih banyak anak-anak kita yang tidak mau makan ikan. Kalau tidak mau makan sayur, ibunya panik. Tapi kalau tidak mau makan ikan, ibunya biasa-biasa saja," kata Sinta.
Ia meminta orang tua lebih kreatif menyajikan ikan agar disukai anak. Ikan, kata dia, bisa diolah menjadi bakso, nugget, pentol, atau makanan lain sesuai selera anak.
"Yang penting anak-anak mau makan ikan. Karena ikan ini bagus untuk pertumbuhan," ujarnya.
Sinta juga mendorong kader Posyandu menggelar makan bersama dengan menu berbahan ikan secara berkala. Kegiatan tersebut dinilai bisa menjadi sarana edukasi sekaligus membiasakan anak mengonsumsi ikan.
Usai mengunjungi TK IT Babul Mujahidin, Sinta melanjutkan kunjungan ke Posyandu Sakura. Di lokasi tersebut, ia mendapat informasi angka stunting turun dari sekitar 18 persen pada awal tahun menjadi 15,9 persen pada Juli 2026.
Penurunan tersebut salah satunya didukung pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal. Sinta mengapresiasi perbaikan fasilitas Posyandu, terutama alat ukur dan kalibrasinya. Ia juga mendorong kegiatan Posyandu terus terintegrasi dengan program literasi.
"Posyandu di sini sudah terintegrasi dengan literasi. Kegiatannya sangat banyak dan positif. Tolong ditularkan ke tetangga-tetangganya," pesannya.
Di hadapan para ibu, Sinta juga mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi dan gawai secara bijak. Anak-anak dinilai tetap perlu dibiasakan membaca buku, menggambar, hingga bermain bersama.
Dalam kegiatan GEMARIKAN, anak-anak TK IT Babul Mujahidin juga diajak berjanji untuk menyukai ikan dan sayur. Mereka turut bercerita tentang pengalaman mengikuti program Makan Bergizi Gratis.
Forikan NTB menilai membangun generasi sehat tidak cukup hanya dengan menyediakan makanan bergizi. Anak-anak perlu dikenalkan, dibuat menyukai, dan dibiasakan mengonsumsi makanan bergizi sejak dini.
"Ikan adalah kekayaan kita. Jadi harus dibiasakan sejak anak-anak," tegas Sinta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....