Lombok Tengah Siaga Darurat Kekeringan

  • 08 Sep 2026 19:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Lombok Tengah. Warga di beberapa kecamatan mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari dan meminta bantuan suplai dari pemerintah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Lombok Tengah mencatat hingga awal September 2026 telah menyalurkan sekitar 75 tangki air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Kepala BPBD Lombok Tengah, Haji Ridwan Ma’ruf, mengatakan sedikitnya lima kecamatan mulai terdampak kekeringan. Di antaranya Kecamatan Praya Timur, Jonggat, Praya Barat dan Praya Barat Daya.

Menurut Ridwan, Praya Timur dan Jonggat menjadi wilayah yang paling banyak mengajukan permintaan bantuan air bersih.

“Saat ini yang sudah terdampak kekeringan sekitar lima kecamatan. Ada beberapa desa di kecamatan lainnya juga meminta air bersih, tapi yang paling parah dan banyak meminta bantuan air bersih memang di Kecamatan Praya Timur dan Jonggat,” kata Ridwan, Selasa 8 September 2026.

Meski permintaan air bersih mulai meningkat, BPBD memastikan status Lombok Tengah masih siaga darurat kekeringan, belum ditetapkan sebagai kondisi darurat.

Ridwan menyebut permintaan air bersih tahun ini justru masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga kini, sekitar 75 tangki telah disalurkan, sedangkan tahun lalu pada periode yang sama jumlahnya sudah mencapai ratusan tangki.

“Kalau kita melihat tren pada bulan yang sama dengan tahun yang berbeda, memang tahun ini permintaan air bersih jauh menurun. Kalau tahun lalu di bulan yang sama dengan tahun ini sudah sampai ratusan tangki,” ujarnya.

Ia menduga menurunnya permintaan tersebut karena masyarakat mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi kemarau, salah satunya dengan membuat sumur bor.

Meski demikian, BPBD tetap bersiap memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Ridwan mengatakan permintaan bantuan tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk kegiatan masyarakat seperti begawe atau hajatan.

“Kita pastikan tetap menyuplai air bersih kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang ada,” katanya.

Di sisi lain, BPBD memprediksi musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, kemarau diperkirakan bisa berlangsung hingga Maret atau April 2027.

“Kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang, hingga Maret atau April 2027 mendatang. Padahal kalau tahun-tahun sebelumnya, September sudah mulai hujan,” jelas Ridwan.

Meski menghadapi potensi kemarau panjang, BPBD memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah juga menyatakan siap menyalurkan bantuan apabila permintaan dari wilayah terdampak terus meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....