Lombok Barat Antisipasi Krisis Air Bersih di Destinasi Wisata
- 08 Sep 2026 10:25 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk mencegah krisis air bersih di tengah potensi kekeringan yang mengancam masyarakat dan sektor pariwisata.
- Wakil Bupati Hj. Nurul Adha mengumumkan bahwa pemerintah daerah memiliki fleksibilitas anggaran melalui instrumen Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kondisi yang termasuk kategori bencana kekeringan.
- Antisipasi ini mencakup perlindungan untuk kawasan pariwisata yang merupakan sektor strategis ekonomi lokal di Lombok Barat.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya krisis air bersih, terutama di tengah potensi kekeringan yang dapat berdampak pada masyarakat maupun kawasan pariwisata.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengatakan pemerintah daerah memiliki ruang untuk memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam menangani kondisi yang masuk kategori bencana kekeringan.
Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang harus dipastikan ketika sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
"Anggaran BTT cukup besar sehingga bisa dimanfaatkan untuk penanggulangan yang masuk dalam bencana kekeringan. Sehingga masyarakat kita terbantu mendapatkan air bersih dan seterusnya," ujar Nurul Adha, Selasa 8 September 2026.
Ia menegaskan penanganan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat, tetapi juga harus memperhatikan kawasan pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Lombok Barat.
Kawasan wisata, kata dia, memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi daerah. Keberlangsungan operasional hotel, destinasi wisata hingga sektor usaha yang tumbuh di sekitarnya turut memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
"Apalagi kemudian tempat wisata. Bagaimanapun impact-nya kepada pertumbuhan ekonomi. Kita punya pajak dari hotel di lokasi, di destinasi wisata dan seterusnya," katanya menegaskan.
Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu memastikan persoalan air bersih tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap aktivitas pariwisata.
Langkah antisipasi menjadi penting mengingat sektor wisata tidak hanya berkaitan dengan kunjungan wisatawan, tetapi juga menyangkut perputaran ekonomi masyarakat dan penerimaan daerah.
Nurul Adha menekankan bahwa penanganan persoalan air harus dilakukan dengan serius agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di kawasan wisata.
"Kita harus jaga penanganannya," ucapnya.
Pemkab Lombok Barat pun membuka ruang pemanfaatan anggaran yang tersedia untuk menghadapi kondisi kekeringan, sehingga distribusi air bersih dapat menjadi bagian dari langkah penanganan apabila terjadi krisis di lapangan.
"Yang paling penting masyarakat terbantu mendapatkan air bersih," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....