Sumbawa Bangun Pasar Induk tanpa Bebani APBD
- 07 Sep 2026 15:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mendorong pembangunan pasar induk dan pusat perbelanjaan modern, untuk memperkuat aktivitas perdagangan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Pemkab Sumbawa menyiapkan skema pendanaan, yang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, mengatakan pemerintah daerah telah mengajukan pembangunan pasar induk melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemkab kini melakukan komunikasi dan lobi dengan pemerintah pusat agar usulan tersebut mendapat persetujuan dan segera masuk tahap pembangunan.
"Pasar induk sudah kita ajukan ke APBN. Setelah rampung pasar pengganti, baru dilanjutkan dengan kerja sama dengan investor untuk membangun mal modern," ujar Jarot, Senin 7 September 2026.
Menurut Jarot, pembangunan pasar pengganti menjadi langkah awal sebelum pemerintah mengembangkan kawasan perdagangan modern. Pemkab akan membuka peluang kerja sama dengan investor setelah pembangunan pasar induk selesai.
Skema tersebut memungkinkan pemerintah daerah mengembangkan kawasan perdagangan tanpa mengandalkan pembiayaan dari APBD. Pemkab akan mengupayakan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan pasar, kemudian menggandeng pihak swasta dalam pengembangan pusat perbelanjaan modern.
Jarot menilai, keberadaan pusat perbelanjaan modern dapat menjadi salah satu penunjang perkembangan ekonomi daerah. Ia menyebut fasilitas perdagangan modern juga dapat memperluas pilihan masyarakat dalam berbelanja, serta membuka ruang bagi aktivitas usaha.
Ia membandingkan kondisi Sumbawa dengan Kabupaten Bima yang telah memiliki pusat perbelanjaan modern. Menurutnya, Sumbawa perlu mengejar ketertinggalan dalam penyediaan fasilitas perdagangan yang lebih modern dan representatif.
"Indikator daerah maju, terdapat pusat perbelanjaan modern atau mal. Bima sudah ada mal, Sumbawa ketinggalan," katanya.
Jarot menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin memaksakan pembangunan pusat perbelanjaan modern dengan menggunakan anggaran daerah. Pemkab memilih mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat, untuk pembangunan pasar. Pemda Sumbawa memanfaatkan skema kerja sama investasi, untuk pengembangan mal.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu kepastian atas usulan pembangunan pasar induk yang telah disampaikan melalui APBN. Pemkab terus melakukan koordinasi dan lobi agar pemerintah pusat menyetujui usulan tersebut.
"Pengajuannya untuk pembangunan pasar belum disetujui, masih sedang kita lobi. Semoga cepat terealisasi," pungkas Jarot.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....