DKP Lombok Timur Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berkelanjutan

  • 06 Sep 2026 20:32 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Timur terus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi kelautan dan keanekaragaman hayati. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya DKP Lombok Timur, Mastur, mengatakan kawasan pesisir Lombok Timur memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Potensi tersebut meliputi perikanan tangkap, budidaya hingga pengembangan wisata berbasis lingkungan.

“Potensi pesisir kita cukup besar dan harus dikelola secara optimal untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, namun tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” kata Mastur. Minggu, 6 September 2026.

Menurutnya, budidaya perikanan menjadi salah satu sektor yang terus didorong karena memiliki peluang ekonomi cukup tinggi. Sejumlah komoditas seperti lobster dan berbagai jenis ikan ekonomis penting dinilai dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya.

“Budidaya menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat memperkuat pendapatan masyarakat pesisir, sehingga tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut,” jelasnya.

Pengembangan budidaya diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pesisir yang selama ini banyak bergantung pada hasil tangkapan laut. Ketergantungan terhadap aktivitas melaut juga membuat pendapatan masyarakat rentan terhadap perubahan cuaca dan kondisi laut.

Selain budidaya, DKP juga mendorong pemanfaatan kawasan mangrove secara berkelanjutan. Sejumlah kawasan seperti Sugian, Pemongkong dan Poton Bako memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Mastur menegaskan pengembangan kawasan mangrove harus berjalan seiring dengan upaya konservasi. “Mangrove memiliki fungsi penting bagi ekosistem pesisir, sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara bijak dan tetap menjaga kelestariannya,” ucapnya.

Edukasi kepada masyarakat dan generasi muda juga terus dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian mangrove. Menurutnya, mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi biru yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Edukasi menjadi penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa menjaga mangrove juga berarti menjaga sumber penghidupan masyarakat pesisir untuk jangka panjang,” ujarnya.

Untuk memperkuat usaha masyarakat, DKP juga menyalurkan bantuan sarana kepada nelayan dan pembudidaya, seperti alat tangkap, pancing serta armada kapal di bawah 3 GT. Bantuan diberikan secara berkelompok sesuai kebutuhan masyarakat untuk menunjang produktivitas usaha.

Mastur berharap bantuan sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat. “Kami berharap bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung usaha kelompok dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....