834 Hektare Kawasan TN Tambora Terbakar

  • 05 Sep 2026 16:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu — Sekitar 834 hektare kawasan Taman Nasional Tambora, Nusa Tenggara Barat, terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang 1 hingga 4 September 2026.

Balai Taman Nasional Tambora memastikan api di sejumlah lokasi yang telah ditangani terpantau padam. Meski demikian, petugas terus melakukan ground check, mopping up dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kepala Balai TN Tambora, Abdul Azis Bakry, mengatakan kebakaran terjadi di tiga lokasi.

Di Resor Kawinda Toi, SPTN Wilayah I Kore, kebakaran melanda Jalur Pendakian Kawinda Toi Pos 5–6 dan Doro Onta dengan luas terdampak sementara sekitar 400 hingga 500 hektare. Petugas masih menemukan bara pada batang cemara di Grid 733 dan langsung melakukan pemadaman.

Kebakaran juga terjadi di Jalur Semen dan Kadondo dengan luas sekitar 2,32 hektare. Sebanyak 14 personel melakukan pemadaman, mopping up, pengukuran areal dan pembuatan sekat bakar. Api diduga berasal dari rambatan aktivitas pembersihan lahan masyarakat.

Sementara di Jalur Pintu Walet Timur Oi Hodo, SPTN Wilayah II Pekat, luas terdampak mencapai sekitar 332,50 hektare. Sebanyak 16 personel dikerahkan untuk pemadaman, pembuatan sekat bakar, pengurangan bahan bakar kering dan pemantauan.

Secara keseluruhan, luas areal terdampak sementara mencapai sekitar 734,82 hingga 834,82 hektare.

"Angka tersebut masih akan diverifikasi melalui pengukuran dan pemetaan lapangan," katanya, Sabtu, 5 Sptember 2026.

Abdul Azis mengatakan Balai TN Tambora akan memperkuat patroli, deteksi dini hotspot, pemantauan areal bekas terbakar serta pendalaman penyebab kebakaran yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas manusia.

Ia mengingatkan, padamnya api tidak serta-merta menghilangkan dampak terhadap ekosistem hutan.

"Api mungkin dapat padam dalam hitungan jam atau hari, tetapi dampaknya terhadap ekosistem dapat berlangsung jauh lebih lama," ujarnya.

Balai TN Tambora mengajak masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga kawasan hutan Tambora.

Karena, kata Azis hutan Tambora bukan hanya milik kita hari ini namun titipan untuk anak cucu kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....