Ribuan KPM Dompu Terindikasi Judol, Isu Anomali Desil Dibantah

  • 02 Sep 2026 08:56 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terindikasi terlibat judi online (judol).

Temuan ini muncul dari hasil penelusuran pendamping PKH di tingkat desa dan menjadi persoalan berbeda di tengah mencuatnya isu anomali perubahan desil penerima bantuan.

Koordinator PKH Kabupaten Dompu, Imansyah, menegaskan bahwa isu mengenai perubahan desil secara anomali yang belakangan beredar tidak ditemukan berdampak terhadap KPM di Kabupaten Dompu.

Penegasan tersebut disampaikan setelah pihak PKH Kabupaten Dompu langsung melakukan penelusuran pasca mencuatnya rumor perubahan desil. Pengecekan dilakukan bersama pendamping di desa, termasuk melalui aplikasi cek bantuan.

“Hasil penelusuran kami, baik dari PKH Kabupaten maupun pendamping desa, termasuk pengecekan melalui aplikasi cek bantuan, untuk Kabupaten Dompu tidak berubah,” katanya, Rabu, 2 September 2026.

Dengan demikian, Imansyah membantah adanya informasi yang menyebut perubahan desil secara anomali telah menyebabkan perubahan status atau memengaruhi penerimaan bantuan KPM di Kabupaten Dompu.

Menurutnya, sejak isu tersebut mencuat, pihaknya langsung meminta para pendamping untuk melakukan pengecekan di lapangan sekaligus memastikan kondisi data masing-masing KPM.

KPM juga diminta tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Imansyah mengimbau penerima bantuan untuk rutin mengecek status dan data bantuan melalui aplikasi cek bantuan.

Di sisi lain, dari penelusuran yang dilakukan pendamping PKH di tingkat desa, justru ditemukan persoalan lain yang cukup serius.

Ribuan KPM di Kabupaten Dompu terindikasi terlibat judi online.

Terhadap KPM yang masuk dalam indikasi tersebut, untuk sementara dikeluarkan dari sistem penerima bantuan.

Langkah itu dilakukan berdasarkan hasil pemadanan dan penelusuran data dalam sistem.

"Namun, status tersebut masih dapat diklarifikasi," katanya.

KPM yang merasa tidak pernah terlibat judi online, baik wnwruma maupun anggota keluarganya, diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan.

Sanggahan tersebut akan menjadi dasar untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut. Jika setelah diverifikasi KPM dinyatakan tidak terlibat, masih terdapat peluang untuk kembali menerima bantuan pada periode berikutnya.

Sebaliknya, apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya keterlibatan judi online, KPM akan dikeluarkan dari sistem secara permanen.

“Kalau merasa tidak terlibat, KPM masih memiliki opsi untuk melakukan sanggahan. Kalau hasil verifikasi menyatakan tidak terlibat, masih bisa menerima bantuan suatu saat nanti. Tetapi kalau memang terindikasi dan terbukti, akan dikeluarkan dari sistem secara permanen,” jelas Imansyah.

Imansyah menegaskan, persoalan indikasi judi online tersebut tidak boleh dicampuradukkan dengan isu anomali perubahan desil. Keduanya merupakan persoalan yang berbeda.

Untuk Kabupaten Dompu, berdasarkan pengecekan yang telah dilakukan, tidak ditemukan perubahan desil KPM sebagaimana rumor yang beredar.

PKH Kabupaten Dompu pun terus mendorong pendamping agar melakukan pengecekan dan memberikan informasi yang benar kepada KPM.

Masyarakat penerima bantuan juga diminta aktif memastikan status kepesertaannya melalui kanal resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....