Maulid Nabi di Lombok, Tradisi Sasak yang Tetap Eksis

  • 27 Agt 2026 14:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pulau Lombok bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah. Bagi masyarakat Sasak, Maulid juga menjadi bagian dari kekayaan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Perayaan di setiap daerah memiliki bentuk yang beragam, dengan memadukan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.

Rangkaian perayaan Maulid biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pembacaan selawat, hikayat Nabi, doa, dan zikir. Kegiatan tersebut kemudian dilengkapi dengan penyajian makanan khas yang dinikmati bersama oleh masyarakat. Perpaduan antara ajaran Islam dan budaya lokal menjadikan tradisi Maulid di Lombok memiliki keunikan tersendiri.

Salah satu tradisi yang masih dijalankan di berbagai wilayah Lombok adalah begibung, yaitu makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan. Setelah doa, zikir, dan selawat selesai dilaksanakan, masyarakat berkumpul untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan. Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga mencerminkan semangat berbagi dan gotong royong.

Selain begibung, sejumlah kampung Sasak juga masih mempertahankan tradisi mulud adat. Dalam tradisi ini, masyarakat membawa dulang yang berisi berbagai hidangan khas menuju masjid atau tempat berkumpul. Hidangan tersebut kemudian menjadi bagian dari perayaan Maulid sekaligus sarana untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Pelaksanaan Maulid juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan tradisi leluhur. Melalui keterlibatan dalam berbagai prosesi, mereka belajar tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap nilai-nilai agama dan budaya.

Beragamnya tradisi Maulid di Pulau Lombok menunjukkan bahwa masyarakat Sasak mampu menjaga nilai budaya tanpa meninggalkan ajaran agama. Meskipun bentuk perayaannya berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, tujuan yang ingin dicapai tetap memiliki semangat yang sama, yaitu memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, Maulid Nabi di Lombok tidak hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya dan memperkuat hubungan sosial masyarakat. Tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi tersebut menjadi salah satu kekayaan budaya yang memperlihatkan eratnya hubungan antara Islam dan kehidupan masyarakat Sasak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....