SMK Go Global Dimulai, 140 Peserta NTB Disiapkan Jadi PMI Terampil
- 27 Agt 2026 09:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi memulai Program SMK Go Global yang dipusatkan di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Timur, Rabu 26 Agustus 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terampil, kompeten, dan mampu bersaing di pasar kerja global.
Kick off Program SMK Go Global mengusung tema “Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia” dan diikuti oleh 20 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang telah siap melaksanakan pelatihan batch pertama.
Di Nusa Tenggara Barat (NTB), kegiatan kick off dipusatkan di BLK Skill Center NTB dengan pelaksanaan pelatihan di tiga lokasi, yakni BLK Skill Center NTB, SMKPPN Mataram, dan Universitas Mataram.
Sebanyak 140 peserta mengikuti pelatihan pada batch pertama. Rinciannya, 100 peserta mengikuti pelatihan bidang perkebunan atau plantation yang diselenggarakan SMKPPN Mataram, 20 peserta mengikuti pelatihan barista di BLK Skill Center NTB, serta 20 peserta mengikuti pelatihan Bahasa Inggris untuk persiapan IELTS di Universitas Mataram.
Kepala BP3MI NTB, Kadir, S.Pd., mengatakan 140 peserta tersebut akan dibagi menjadi tujuh kelas dengan masing-masing kelas beranggotakan 20 peserta.
“Untuk batch pertama sebanyak 140 peserta akan dibagi menjadi tujuh kelas, masing-masing terdiri dari 20 peserta. Sementara ini yang siap dari mitra pelatihan dan peserta adalah jenis pelatihan perkebunan atau plantation, barista, dan Bahasa Inggris (IELTS),” kata Kadir.
Menurut Kadir, BP3MI NTB saat ini juga tengah mempercepat persiapan mitra pelatihan untuk sejumlah bidang lain yang dibutuhkan calon PMI. Beberapa di antaranya adalah housekeeping, caregiver, serta pelatihan Bahasa Jepang.
Ia menegaskan, pemilihan mitra pelatihan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan peserta memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
“Kami ingin mendapatkan mitra yang kompeten serta transparan dalam melaksanakan pelatihan. Jika kompeten dalam melaksanakan pelatihan, maka hasil dari pelatihan peserta akan kompeten serta layak untuk bekerja ke luar negeri sesuai dengan kebutuhan negara penempatan,” ujarnya.
Kegiatan kick off di NTB turut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Dinas Pertanian Provinsi NTB, Kepala BLK Skill Center NTB, serta Kepala SMKPPN Mataram.
Secara nasional, Kementerian P2MI menyiapkan 2.000 kelas pelatihan yang tersebar di 23 wilayah kerja BP3MI. Program SMK Go Global ditargetkan mampu menghasilkan 500.000 PMI terampil secara bertahap hingga 2029.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap calon PMI tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi pendukung yang sesuai dengan standar dan kebutuhan negara penempatan. Dengan demikian, lulusan pelatihan diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat sekaligus meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan yang layak di luar negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....