Damkarmat Bima Bentuk Relawan Desa Hadapi Ancaman Kebakaran
- 26 Agt 2026 15:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai memperkuat sistem penanganan kebakaran berbasis masyarakat dengan membentuk relawan Damkarmat di setiap desa.
Pembentukan relawan tersebut dilakukan secara bertahap sepanjang 2026. Program ini menjadi salah satu strategi Damkarmat untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Bima, Ruslan, mengatakan keberadaan relawan di tingkat desa sangat dibutuhkan karena masyarakat merupakan pihak yang pertama kali mengetahui apabila terjadi kebakaran di lingkungannya.
"Kami sedang mendorong terbentuknya relawan Damkarmat di desa-desa secara bertahap. Mereka nantinya menjadi orang pertama yang bisa mengambil tindakan ketika mengetahui adanya kebakaran di wilayahnya," kata Ruslan kepada RRI Bima, Rabu 26 Agustus 2026.
Ruslan menjelaskan, relawan tersebut tidak akan dilepas begitu saja. Mereka akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari Damkarmat Kabupaten Bima agar memahami langkah-langkah dasar dalam menghadapi kebakaran.
Pembinaan tersebut mencakup pengetahuan mengenai penyebab kebakaran, upaya pencegahan hingga keterampilan melakukan pemadaman awal.
Menurutnya, kemampuan tersebut penting dimiliki masyarakat karena kebakaran dapat berkembang dengan cepat. Penanganan dalam beberapa menit pertama sangat menentukan sebelum api membesar dan merambat ke bangunan lainnya.
"Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu bahwa kebakaran itu berbahaya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan yang benar ketika menghadapi api. Karena itu, pelatihan akan kami lengkapi dengan praktik dan simulasi," ungkapnya.
Selain membentuk relawan, Damkarmat Kabupaten Bima juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kebakaran.
Salah satu sarana yang dimanfaatkan adalah program Selasa Menyapa. Melalui kegiatan tersebut, petugas Damkarmat dapat turun langsung bertemu masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai hal yang berpotensi memicu kebakaran.
Edukasi tersebut meliputi sumber-sumber api, potensi bahaya dari aktivitas rumah tangga, langkah pencegahan serta cara melakukan penanganan apabila muncul api.
Ruslan menyebut, sosialisasi secara langsung sangat penting karena masyarakat tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga dapat melihat praktik penanganan kebakaran.
"Setiap kali turun ke masyarakat, kami berusaha memberikan edukasi yang lengkap. Kami jelaskan penyebab kebakaran, cara menghindarinya, kemudian kami peragakan juga langkah yang dapat dilakukan apabila api muncul," ujarnya.
Dalam simulasi, masyarakat diberikan contoh mengenai cara menghadapi api pada tahap awal. Tujuannya agar warga tidak panik dan dapat mengambil tindakan yang tepat sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Damkarmat berharap masyarakat yang telah mendapatkan edukasi dapat menjadi bagian dari sistem pencegahan kebakaran di lingkungannya masing-masing.
Ruslan menilai keterlibatan masyarakat sangat penting karena petugas Damkarmat tidak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi seluruh potensi kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bima.
"Semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang kebakaran, semakin besar pula peluang kita mencegah kebakaran menjadi lebih luas. Jadi kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama," ucapnya menegaskan.
Ia menambahkan, pembentukan relawan juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara masyarakat dengan Damkarmat ketika terjadi keadaan darurat.
Relawan nantinya dapat memberikan informasi awal kepada petugas mengenai lokasi kejadian, kondisi api dan situasi di sekitar lokasi. Informasi tersebut akan membantu petugas mengambil langkah penanganan secara lebih cepat dan tepat.
Damkarmat Kabupaten Bima memastikan program edukasi dan pembentukan relawan akan terus dilanjutkan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan untuk menekan angka kejadian kebakaran sekaligus meminimalkan korban dan kerugian apabila kebakaran terjadi.
Ruslan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun. Menurutnya, kewaspadaan dan kemampuan melakukan tindakan awal dapat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
"Jangan menunggu api menjadi besar baru bertindak. Yang paling penting adalah bagaimana kita mencegahnya dan bagaimana masyarakat mampu melakukan penanganan awal secara aman sebelum situasinya semakin parah," kata dia dalam momentum itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....