Cuaca Panas dan Kering Tingkatkan Potensi Kebakaran di Lombok Timur
- 25 Agt 2026 21:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Potensi kebakaran di Kabupaten Lombok Timur meningkat seiring kondisi cuaca panas dan kekeringan yang masih berlangsung. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Timur menyebut periode Juli hingga Agustus menjadi masa yang cukup rawan kebakaran karena kondisi cuaca yang panas dan kering.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Timur, Widayat, mengatakan kondisi tersebut membuat lahan, sampah, serta berbagai material lainnya lebih mudah terbakar. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarangan menggunakan api.
“Cuaca panas dan kondisi yang kering membuat potensi kebakaran meningkat, sehingga masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama saat membakar sampah maupun lahan,” ujar Widayat. Selasa, 25 Agustus 2026.
Berdasarkan data Damkarmat Lombok Timur, pada Juli tercatat sebanyak 24 kejadian kebakaran. Kasus yang cukup banyak terjadi pada bulan tersebut merupakan kebakaran sampah dan lahan.
Sementara memasuki Agustus, kasus kebakaran juga menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Hingga saat ini tercatat 24 kasus kebakaran dan jumlah tersebut masih dapat bertambah mengingat Agustus belum berakhir.
Bahkan, dalam beberapa hari terakhir Damkarmat Lombok Timur masih menerima laporan kebakaran di sejumlah wilayah, termasuk kebakaran lahan dan kejadian kebakaran yang diduga berkaitan dengan instalasi listrik. Widayat menambahkan, pembakaran lahan oleh masyarakat menjadi salah satu faktor yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih cepat merambat dan sulit dikendalikan.
“Pembakaran lahan harus menjadi perhatian karena kondisi yang kering membuat api cepat menjalar. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” katanya
Karena itu, masyarakat dihimbau tidak melakukan pembakaran lahan. Jika pembakaran terpaksa dilakukan, warga diminta membuat sekat atau jarak antara area yang dibakar dengan area sekitarnya untuk mencegah api merambat.
Warga juga dapat meminta bantuan petugas Damkarmat apabila membutuhkan pendampingan dalam melakukan pembakaran yang dianggap perlu. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi api agar tidak meluas dan menimbulkan kebakaran.
Widayat menegaskan bahwa penanganan api sejak tahap awal sangat penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Masyarakat yang kesulitan mengendalikan api juga dihimbau segera meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
“Kalau api sudah mulai tidak terkendali, jangan menunggu sampai membesar. Segera hubungi petugas Damkarmat agar bisa ditangani sejak awal,” katanya
Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pihaknya meminta seluruh masyarakat ikut berperan dalam pencegahan kebakaran dengan lebih bijak menggunakan api dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber pemicu kebakaran. Ia berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran, tetapi turut melakukan upaya pencegahan dari lingkungan masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....