Maulid Nabi Jadi Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah ditengah Perubahan Zaman

  • 25 Agt 2026 21:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali memperkuat kecintaan kepada Rasulullah. Ini sekaligus meneladani akhlak dan kehidupan beliau dalam menghadapi perubahan zaman.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur, TGH Ishak Abdul Ghani, menilai kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya tersimpan di dalam hati. Kecintaan tersebut perlu diwujudkan melalui berbagai bentuk ibadah dan kegiatan sosial, seperti memperbanyak selawat dan salam kepada Nabi serta mempererat silaturahmi.

“Cinta kepada Rasulullah jangan hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran, memperbanyak selawat, menjaga silaturahmi dan berbuat baik kepada sesama,” ujar TGH Ishak. Selasa, 25 Agust 2026.

Dikatakan TGH Ishak, kegiatan Maulid Nabi yang mempertemukan masyarakat, ulama, tuan guru dan generasi muda memiliki nilai penting dalam menjaga kecintaan umat kepada Rasulullah SAW. Berbagai aktivitas kebaikan yang dilakukan dalam momentum tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari amal yang menunjukkan kecintaan kepada Nabi.

Ia menjelaskan, umat Islam memang tidak mungkin mampu meniru seluruh amal Rasulullah secara sempurna. Namun, kecintaan kepada Nabi menjadi modal penting bagi umat untuk terus berusaha mengikuti ajaran dan keteladanan beliau.

“Kita mungkin tidak mampu meniru seluruh kehidupan Rasulullah secara sempurna, tetapi kecintaan kepada beliau harus menjadi dorongan bagi kita untuk terus belajar dan mengikuti akhlak beliau,” katanya

TGH Ishak juga mengingatkan bahwa kehidupan Rasulullah SAW penuh dengan perjuangan, ujian dan berbagai kesulitan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi umat dalam menghadapi persoalan kehidupan saat ini.

Dikatakannya, semakin banyak umat mempelajari perjalanan hidup dan perjuangan Rasulullah, semakin besar pula kecintaan dan kerinduan kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, kehidupan Rasulullah perlu terus dikenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan keagamaan, termasuk peringatan Maulid Nabi.

Ia menilai ulama dan para guru agama memiliki peran penting dalam meneruskan keteladanan Rasulullah kepada masyarakat. Menghidupkan sunah-sunah Nabi dinilai menjadi salah satu jalan bagi umat untuk memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.

Di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang semakin luas, TGH Ishak juga menilai nilai-nilai sosial yang dicontohkan Rasulullah tetap relevan diterapkan. Kemajuan teknologi memang mempermudah komunikasi, tetapi tidak seharusnya menghilangkan kebiasaan masyarakat untuk bertemu dan bersilaturahmi secara langsung.

“Teknologi boleh berkembang dan komunikasi semakin mudah, tetapi jangan sampai gadget membuat kita kehilangan silaturahmi dan kepedulian kepada orang-orang di sekitar kita,” katanya

Kegiatan Maulid Nabi, menurutnya, menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan masyarakat secara langsung sekaligus mendengarkan nasihat para ulama dan tuan guru. Pertemuan tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali rasa cinta kepada Rasulullah yang kemudian diwujudkan dalam tutur kata dan perbuatan sehari-hari.

TGH Ishak mencontohkan akhlak Rasulullah dalam menghargai sesama manusia. Rasulullah tidak hanya menunjukkan kasih sayang kepada umat Islam, tetapi juga tetap berbuat baik kepada orang yang pernah menyakiti beliau.

“Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan. Bahkan kepada orang yang menyakiti beliau, Rasulullah tetap menunjukkan kasih sayang dan mendoakan kebaikan,” jelasnya

Sikap Rasulullah tersebut menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak mudah membalas keburukan dengan keburukan. Bahkan terhadap orang yang menyakiti, Rasulullah tetap menunjukkan kepedulian dan mendoakan kebaikan.

Selain itu, Rasulullah dikenal sangat menghargai orang lain ketika berinteraksi. Keteladanan tersebut dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dengan membangun sikap saling menghormati, membantu dan menghargai siapa pun tanpa membedakan latar belakang.

Dalam konteks kehidupan masyarakat NTB saat ini, TGH Ishak juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan. Berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat perlu disikapi dengan kebersamaan, doa dan ikhtiar.

Peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut perlu menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW, mulai dari kecintaan kepada sesama, kepedulian, silaturahmi, penghormatan, persatuan hingga keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian.

Dengan demikian, kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui selawat dan peringatan Maulid, tetapi juga melalui perilaku nyata dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga ajaran dan akhlak Rasulullah tetap hidup di tengah masyarakat NTB dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....