Saat Flores Terluka, STM Hadir Membawa Harapan
- 24 Agt 2026 21:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu — Ketika ribuan warga Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, harus meninggalkan rumah dan bertahan di pengungsian akibat gempa bumi, kepedulian datang dari seberang pulau.
PT Sumbawa Timur Mining (STM), pengelola eksplorasi tembaga Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengirimkan bantuan senilai lebih dari Rp270 juta untuk membantu meringankan beban para korban.
Dua truk bermuatan sandang, pangan, obat-obatan dan kebutuhan tempat tinggal diberangkatkan dari Dompu, Nusa Tenggara Barat, menuju Labuan Bajo.
Bantuan itu membawa harapan bagi warga yang kehilangan tempat berlindung dan masih hidup dalam kecemasan akibat gempa serta ribuan guncangan susulan.
Bantuan STM dikumpulkan di Posko AJU-I Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores.
Empat kabupaten menjadi sasaran penyaluran bantuan, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Ngada.
Pakaian untuk anak-anak dan orang dewasa, popok bayi, susu, makanan kaleng, obat-obatan, terpal hingga matras menjadi bagian dari bantuan yang dikirimkan.
Bagi masyarakat yang kini harus menjalani hari-hari di pengungsian, bantuan tersebut menjadi kebutuhan penting untuk bertahan di tengah situasi darurat.
Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Mochammad Luthfie Beta, menerima langsung bantuan dari STM.
Ia menyebut bantuan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
“Yang disiapkan oleh PT Sumbawa Timur Mining sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat," katanya, melalui siaran persnya, yang diterima, Senin, 24 Agustus 2026.
Luthfie juga sudah menyiapkan list dan informasi dari pemerintah setempat kebutuhan mendesak itu apa saja. Yang jelas, kata Luthfie, makanan, kemudian tenda-tenda untuk warga bisa istirahat dengan tidak waswas, kemudian digunakan juga untuk dapur umum, dan perawatan pasien.
Menurutnya, distribusi bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Tim penanganan bencana akan menentukan titik-titik yang membutuhkan bantuan paling mendesak.
Bahkan, wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat akan diupayakan mendapat bantuan melalui jalur udara.
“Jadi ada empat kabupaten. Nanti masing-masing PIC akan menentukan dan mencari informasi ke mana saja kira-kira titik-titik pendistribusian. Atau mana yang tidak bisa dijangkau lewat darat, maka kita datangi lewat udara,” katanya.
Kepedulian STM hadir di tengah duka besar yang dialami masyarakat Flores. Gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah pada Sabtu (15/8), tidak hanya merusak kehidupan warga, tetapi juga memaksa ribuan keluarga meninggalkan rumah mereka.
Berdasarkan keterangan BNPB, hingga Minggu (23/8), gempa besar tersebut dan ribuan gempa susulan menyebabkan 91 orang meninggal dunia. Sekitar 161 ribu warga juga harus mengungsi dan menghadapi hari-hari yang penuh ketidakpastian.
Head of Communications STM, Cindy Elza, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas STM terhadap saudara-saudara di NTT.
Sebagai bagian dari masyarakat Kepulauan Nusa Tenggara, menurutnya, STM merasa terpanggil untuk hadir ketika masyarakat sedang membutuhkan pertolongan.
“STM adalah bagian masyarakat dari Kepulauan Nusa Tenggara. Kami mencoba untuk turut hadir saat saudara-saudara kami di sana memerlukan bantuan. Semoga keterlibatan kami dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak,” ujar Cindy.
Ia mengatakan, tidak ada satu pihak pun yang dapat menghadapi bencana seorang diri.
Karena itu, penanganan dan pemulihan membutuhkan uluran tangan serta kolaborasi dari banyak pihak.
Melalui gerakan ESDM Siaga Bencana, STM turut bergabung bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta perusahaan pertambangan lainnya untuk memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.
“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Melalui ESDM Siaga Bencana, kami ingin turut mendukung respons darurat sekaligus membantu proses pemulihan bencana yang lebih baik,” kata Cindy.
Bagi STM, bantuan yang dikirimkan bukan sekadar tumpukan logistik bernilai ratusan juta rupiah.
Di dalamnya ada kebutuhan seorang bayi yang memerlukan susu dan popok, ada pakaian bagi anak-anak, makanan bagi keluarga yang bertahan di pengungsian, obat-obatan bagi warga yang membutuhkan perawatan, serta terpal dan matras bagi mereka yang kini tak lagi memiliki tempat nyaman untuk beristirahat.
Dari Dompu dan Mataram, bantuan itu kini bergerak menuju Flores. Menembus jarak antarpulau untuk menyampaikan satu pesan sederhana kepada para korban: di tengah duka dan reruntuhan, mereka tidak sendiri.
PT Sumbawa Timur Mining merupakan perusahaan joint venture antara PT Aneka Tambang Tbk dengan kepemilikan 20 persen dan Eastern Star Resources Pty Ltd sebesar 80 persen. STM mengelola Proyek Hu’u, proyek eksplorasi tembaga di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, NTB, berdasarkan Kontrak Karya Generasi ke-7.
Selain mengembangkan potensi tembaga, wilayah kerja STM juga memiliki potensi sumber daya panas bumi yang dikembangkan melalui perusahaan afiliasinya, PT Sumbawa Timur Geothermal.
Di tengah langkah perusahaan mengembangkan potensi sumber daya alam, kepedulian terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dapat melampaui batas wilayah dan jarak. Saat Flores terluka, uluran tangan dari Nusa Tenggara pun ikut hadir membawa harapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....