Polisi Olah TKP Kebakaran Sade, Kerugian Sementara Ditaksir Rp34 Miliar
- 24 Agt 2026 16:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Tim Inafis Polres Lombok Tengah bersama Tim Laboratorium Forensik Polda Bali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran di kawasan Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Senin 24 Agustus 2026.
Olah TKP dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan di kawasan tersebut. Polisi menggabungkan hasil pemeriksaan di lokasi dengan keterangan para saksi.
Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Pungutan Hutahaean mengatakan, hasil olah TKP nantinya menjadi salah satu acuan dalam proses penyelidikan.
“Sekarang kami melakukan olah TKP berdasarkan laporan forensik. Acuannya adalah kondisi TKP, kemudian ditambah dengan keterangan saksi,” kata Hutahaean.
Ia menegaskan, polisi belum dapat menyampaikan hasil olah TKP maupun kesimpulan terkait penyebab kebakaran karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 75 unit rumah terdampak kebakaran.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas adat dan fasilitas umum juga ikut terdampak. Di antaranya satu masjid, empat berugak sekenam, enam berugak berkaki empat, satu lumbung alang-alang, serta 69 Art Shop yang berada di masing-masing rumah warga.
Kebakaran juga berdampak pada satu balai desa, satu toilet, satu gerbang adat dan satu lumbung. Sementara di luar kawasan utama kebakaran, sekitar 20 rumah turut terdampak.
“Dari satu hari berhitung kondisi dan keadaan wilayah yang terdampak, pertama perlu kami sampaikan ada 75 unit rumah. Lalu kemudian satu masjid, berikut empat berugak yang kakinya enam atau di sini orang mengatakan sekenam,” ujar Pathul.
Pendataan dilakukan bersama jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, pemerintah desa, kepala dusun dan unsur terkait lainnya.
Dari hasil penghitungan sementara, total kerugian akibat kebakaran kawasan Desa Adat Sade ditaksir mencapai sekitar Rp34 miliar.
“Kalau ditotal tadi bersama-sama Bapak Kapolres, Danrem, Pak Danpasekar, rekan dari Dinas Pariwisata, kepala desa dan semuanya, dalam hitungannya kurang lebih Rp34 miliar,” katanya.
Pathul mengatakan, angka tersebut masih berdasarkan pendataan sementara dan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Pemerintah daerah selanjutnya akan membahas rencana pemulihan dan pembangunan kembali kawasan yang terdampak. Pembahasan akan dilakukan bersama masyarakat, pengelola kawasan adat serta seluruh pihak terkait.
“Rencana ke depan tentu lebih jauh nanti kami akan diskusikan. Seperti apa bangunan diri ke depan,” ujarnya.
Pemerintah memastikan proses pemulihan akan dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan kondisi kawasan dan karakter Desa Adat Sade. Sementara itu, proses penyelidikan oleh kepolisian masih berjalan untuk memastikan penyebab kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....