51 Kebakaran Hantam Bima, Kerugian Tembus Rp10,8 Miliar

  • 24 Agt 2026 16:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilanda puluhan peristiwa kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima mencatat sedikitnya 51 kasus kebakaran terjadi dalam kurun waktu tersebut.

Musibah itu tersebar di 18 kecamatan dengan sedikitnya 87 objek terdampak, mulai dari rumah, gudang hingga lahan milik warga. Total kerugian yang ditimbulkan juga cukup besar. Kerugian materi akibat berbagai peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp10.870.900.000.

Kepala Damkarmat Kabupaten Bima, Ruslan, mengatakan kejadian kebakaran terjadi hampir di berbagai wilayah Kabupaten Bima.

Sebanyak 18 kecamatan yang tercatat mengalami kejadian kebakaran yakni Woha, Parado, Langgudu, Ambalawi, Bolo, Palibelo, Donggo, Tambora, Monta, Sape, Lambu, Madapangga, Belo, Soromandi, Wawo, Lambitu, Sanggar dan Wera.

"Jadi kami selalu mencatat dan melaporkan setiap kejadian kebakaran. Sekarang dalam catatan resmi ada sekitar 51 kasus," kata Ruslan kepada RRI, Senin 24 Agustus 2026.

Menurut Ruslan, penyebab kebakaran cukup beragam. Tidak hanya karena faktor kelistrikan, tetapi juga akibat penggunaan gas portabel mini, tabung LPG 3 kilogram, kebocoran gas dan bensin.

Kelalaian manusia juga menjadi salah satu faktor yang memicu kebakaran. Di antaranya lupa mematikan bara api bekas memasak, membakar sampah tanpa pengawasan, membuang puntung rokok sembarangan, membakar lahan serta meninggalkan api di dapur.

Peralatan elektronik seperti kipas angin juga dapat menjadi pemicu apabila mengalami gangguan dan digunakan tanpa memperhatikan kondisi instalasi listrik.

Namun demikian, korsleting listrik menjadi persoalan yang paling banyak ditemukan dalam kejadian kebakaran di Kabupaten Bima.

"Tetapi kebakaran lebih banyak disebabkan oleh arus pendek listrik atau korsleting listrik," ujar Ruslan.

Tingginya kasus kebakaran akibat masalah kelistrikan menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah.

Damkarmat Kabupaten Bima pun tidak tinggal diam. Upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran.

Sosialisasi dilakukan di sejumlah wilayah dan menjadi bagian dari kegiatan pemerintah daerah, termasuk melalui program Selasa Menyapa.

Ruslan mengatakan edukasi kepada masyarakat penting untuk membangun kesadaran bahwa sebagian besar kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memahami sumber risikonya.

Ia mengingatkan warga agar tidak membiarkan kabel atau peralatan listrik dalam kondisi rusak, tidak membebani stop kontak secara berlebihan serta memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan.

Dengan kerugian mencapai lebih dari Rp10,8 miliar hanya dalam delapan bulan, Damkarmat Kabupaten Bima mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Kebakaran, kata dia, bukan hanya persoalan kerugian harta benda. Jika tidak dicegah sejak awal, api dapat mengancam keselamatan warga dan meluas ke lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....