Korsleting Listrik Dominasi Kasus Kebakaran di Bima
- 24 Agt 2026 16:55 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Kebakaran menjadi salah satu ancaman serius bagi masyarakat di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejak Januari hingga Agustus 2026, sedikitnya 51 kasus kebakaran tercatat terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Bima.
Dari puluhan kejadian tersebut, sedikitnya 87 objek yang terdiri dari rumah, gudang maupun lahan milik warga terdampak amukan si jago merah. Selain itu, kasus kebakaran memakan korban jiwa. Dua orang lansia meninggal dunia di Kabupaten Bima.
Kerugian akibat berbagai peristiwa kebakaran itu juga tidak sedikit. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima mencatat total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp10.870.900.000.
Kepala Damkarmat Kabupaten Bima, Ruslan, membenarkan bahwa kejadian kebakaran tersebut tersebar di 18 kecamatan.
"Kebakaran terjadi di sejumlah kecamatan," ungkap Ruslan kepada RRI.
Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Woha, Parado, Langgudu, Ambalawi, Bolo, Palibelo, Donggo, Tambora, Monta, Sape, Lambu, Madapangga, Belo, Soromandi, Wawo, Lambitu, Sanggar dan Wera.
Ruslan menjelaskan, kebakaran yang terjadi sepanjang periode tersebut dipicu oleh berbagai faktor. Mulai dari penggunaan gas portabel mini, tabung LPG 3 kilogram, kebocoran gas, bensin hingga kelalaian masyarakat dalam menggunakan api.
Selain itu, kebakaran juga dipicu oleh bara api bekas memasak yang tidak dipadamkan, pembakaran sampah, kipas angin, puntung rokok, pembakaran lahan hingga kelalaian meninggalkan api saat memasak di dapur.
Namun, dari berbagai penyebab tersebut, arus pendek listrik atau korsleting listrik menjadi salah satu penyebab yang paling dominan.
"Tetapi kebakaran lebih banyak disebabkan oleh arus pendek listrik atau korsleting listrik," tegas Ruslan.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak menganggap sepele instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
Kabel yang rusak, sambungan listrik yang tidak sesuai standar, beban listrik berlebihan hingga peralatan elektronik yang bermasalah dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting dan memicu kebakaran.
Damkarmat Kabupaten Bima terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Salah satunya melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai potensi penyebab kebakaran serta langkah mitigasinya.
Sosialisasi dilakukan secara langsung ke masyarakat, termasuk melalui program Selasa Menyapa yang menjadi salah satu sarana pemerintah menyampaikan edukasi kepada warga.
Ruslan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap sumber api maupun instalasi listrik di lingkungan rumah.
Menurutnya, pencegahan jauh lebih penting karena kebakaran tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa.
Dengan jumlah kejadian yang mencapai 51 kasus dan kerugian lebih dari Rp10 miliar, masyarakat Kabupaten Bima diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran kembali terjadi.
Bukan hanya itu, bencana kebakaran memakan dua korban jiwa. Keduanya merupakan lansia asal Dusun Plasma, Desa Doro O'o Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....