Maulid Momentum Menghidupkan Kembali Keteladanan Rasulullah

  • 24 Agt 2026 16:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dinilai bukan sekadar agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman, Maulid menjadi momentum untuk kembali mengingat peradaban Islam yang dibawa dan dibangun oleh Rasulullah SAW.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Dompu, KH. Mokh. Nasuhi, mengatakan peringatan Maulid merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk membuka kembali sejarah perjalanan Rasulullah SAW sekaligus mengambil nilai-nilai keteladanan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Kehadiran peringatan Maulid ini yang acap kali terjadi setiap tahun, ini salah satu bentuk ikhtiar kita untuk mengingatkan kembali bagaimana peradaban yang pernah muncul di bumi ini yang dibawa oleh Rasulullah SAW,” ujarnya, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, kemajuan teknologi yang berkembang sangat cepat harus disikapi secara bijaksana. Umat Islam, kata dia, tidak boleh terlena oleh kemajuan tersebut hingga melupakan nilai-nilai dasar peradaban Islam.

“Tantangan yang terjadi saat ini dengan kemajuan teknologi ini, wajib hukumnya kita kembali. Apa pun kemajuan yang terjadi saat ini, kita kembali kepada peradaban Islam yang kita miliki,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu cara menghadapi perubahan zaman adalah dengan kembali membuka dan membedah sejarah kehidupan Rasulullah SAW serta peradaban Islam masa lalu. Dari sana, umat dapat mengambil pelajaran sebagai bekal menghadapi berbagai persoalan kekinian.

“Tentu saja dengan cara kita membuka kembali, membedah kembali apa yang pernah terjadi pada saat-saat dulu, itu menjadi ibrah bagi kita untuk bisa menghadapi tantangan zaman yang ada sekarang ini. Makanya kita jangan pernah terlena dengan kemajuan teknologi sekarang ini. Butuh kita bedah ulang,” jelasnya.

Nasuhi menegaskan, keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi salah satu kunci utama dalam menjalani kehidupan di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.

“Makanya keteladanan itu salah satu kunci yang harus kita pakai. Siapa yang harus diteladan sekarang ini? Ya Nabi SAW itu saja. Itu yang pasti,” tegasnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, terutama penting bagi generasi muda yang saat ini hidup dalam lingkungan dengan perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Generasi muda diharapkan tidak kehilangan arah dan tetap menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama.

Ia mencontohkan kehidupan Nabi Muhammad SAW yang tetap istiqamah menjalankan wahyu Allah SWT meski hidup di tengah kondisi masyarakat jahiliyah yang sarat dengan berbagai bentuk degradasi moral.

“Kita harapkan generasi muda, apa pun kondisi yang terjadi sekarang ini, kembali kepada teladan apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Karena tantangan terbesar yang dihadapi Nabi SAW di zaman jahiliyah itu, beliau tidak terkontaminasi dengan degradasi moral yang terjadi ketika itu. Beliau tetap istiqamah pada apa yang diwahyukan oleh Allah SWT,” katanya.

Menurut KH. Mokh. Nasuhi, seluruh tindakan Rasulullah SAW merupakan wujud pelaksanaan wahyu Allah SWT. Karena itu, nilai-nilai kehidupan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW harus terus dihidupkan dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....