Bunda Sinta Ajak Pengrajin Desa Sade Tetap Optimistis Pascakebakaran
- 24 Agt 2026 06:50 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Bunda Sinta meminta para pengrajin Desa Adat Sade tetap optimistis dan melanjutkan aktivitas menenun setelah kebakaran.
- Ia juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi sekaligus pendampingan psikologis bagi anak-anak korban bencana.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, meminta para pengrajin Desa Adat Sade, Lombok Tengah, tetap optimistis dan melanjutkan aktivitas menenun setelah kawasan permukiman mereka dilanda kebakaran. Pesan itu disampaikan Sinta saat meninjau langsung kondisi warga terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Minggu, 23 Agustus 2026.
Bunda Sinta menyusuri kawasan yang terbakar dan berbincang dengan warga, terutama para ibu yang kehilangan rumah sekaligus tempat mencari penghasilan.
Ia mengatakan pemulihan masyarakat tidak bisa dilakukan sekaligus. Menurut dia, desa perlu lebih dulu dipulihkan agar aktivitas ekonomi dan kerajinan warga dapat kembali berjalan.
“Optimistis dan jangan menyerah. Jangan putus asa, jangan berhenti menenun setelah ini,” ujar Bunda Sinta.
Ia mengatakan pemerintah akan melihat kebutuhan warga dan bentuk bantuan yang dapat diberikan dalam proses pemulihan. Setelah kondisi desa mulai pulih, hasil kerajinan para perajin diharapkan kembali terserap pasar.
“Kita lihat apa yang bisa kita bantu lakukan, karena pelan-pelan desanya sendiri harus dibangun dan dihidupkan kembali terlebih dahulu,” katanya.
Selain pemulihan ekonomi, Sinta menaruh perhatian pada kondisi psikologis anak-anak yang terdampak kebakaran. Saat berada di lokasi, ia berinteraksi dengan anak-anak dan menyalurkan sejumlah bantuan, termasuk buku bacaan.
Sinta meminta orang tua terus mendampingi anak-anak agar pengalaman bencana tidak berkembang menjadi trauma berkepanjangan.
“Saya titip anak-anak untuk dijaga, jangan sampai trauma. Dampak psikologis ini yang perlu kita antisipasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di sekitar puing bangunan yang masih berbahaya. Sisa bara, asap, paku, dan material bangunan dapat membahayakan keselamatan mereka.
“Asapnya kalau terhirup bisa memicu gangguan pernapasan. Jadi tidak usah naik-naik ke atas lagi, di bawah saja ya. Bahaya, ada paku yang bisa melukai kaki,” kata Sinta sambil menggandeng anak-anak menjauhi lokasi tersebut.
Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade membuat sebagian warga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Pemulihan kini diarahkan tidak hanya pada penanganan kebutuhan dasar, tetapi juga pemulihan psikologis serta penghidupan masyarakat.
Bunda Sinta berharap dukungan pemerintah dan berbagai pihak dapat membantu warga Sade kembali menata kehidupan. Bagi para perajin, aktivitas menenun dinilai menjadi salah satu bagian penting untuk menghidupkan kembali perekonomian desa setelah bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....