Petani Dompu Diminta Hentikan Pembakaran Limbah Pertanian

  • 20 Agt 2026 13:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Tradisi membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar sisa panen atau limbah pertanian diminta untuk dihentikan. Selain berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, pembakaran limbah pertanian juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

Petani di Kabupaten Dompu selama ini masih memiliki kebiasaan melakukan sanitasi lahan menjelang musim tanam dengan membakar sisa-sisa hasil panen dan limbah pertanian.

Kebiasaan tersebut dinilai berisiko, terutama saat musim kemarau ketika kondisi lahan dan vegetasi berada dalam keadaan kering. Api dari pembakaran dapat dengan mudah meluas dan memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dompu, Wan Muntajul, meminta masyarakat, khususnya para petani, untuk tidak lagi menggunakan cara pembakaran dalam membersihkan lahan pertanian.

Menurutnya, pembakaran limbah pertanian tidak hanya berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, tetapi asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Risiko tersebut semakin besar apabila lokasi pembakaran berada di sekitar kawasan permukiman. Asap dari pembakaran dapat mencemari udara dan memicu gangguan pernapasan, termasuk meningkatnya kasus ISPA di tengah musim kemarau.

“Petani diharapkan tidak lagi membersihkan lahan dengan cara membakar. Risikonya cukup besar, baik terhadap potensi kebakaran maupun kesehatan masyarakat akibat asap,” katanya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain itu, pembakaran sisa tanaman dan limbah pertanian juga dinilai dapat berdampak terhadap kondisi tanah. Proses pembakaran dapat merusak unsur hara tanah yang dibutuhkan untuk menjaga kesuburan lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Dompu pun terus mendorong petani untuk mengubah cara pengelolaan limbah pertanian menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Sejak dua tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Dompu telah menjalankan program pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak.

Petani diminta memanfaatkan program tersebut dengan mengumpulkan dan mengolah sisa hasil pertanian, sehingga tidak lagi menjadi limbah yang harus dimusnahkan melalui pembakaran.

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak dinilai memberikan sejumlah keuntungan. Selain dapat mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan serta mencegah pencemaran udara yang berpotensi memicu ISPA, limbah pertanian juga dapat menjadi sumber tambahan ekonomi bagi para petani.

Pemerintah berharap kebiasaan membakar sisa panen secara perlahan dapat ditinggalkan. Pengelolaan limbah pertanian secara produktif dinilai menjadi solusi yang lebih aman bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian petani di Kabupaten Dompu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....