WNA Inggris Terseret Arus di Pantai Kerandangan II, Satu Wisatawan Meninggal Dunia
- 20 Agt 2026 08:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Liburan satu keluarga warga negara asing (WNA) asal Inggris di Pantai Kerandangan II, Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, berakhir tragis. Lima anggota keluarga tersebut terseret arus saat berenang, Rabu 19 Agustus 2026 sore.
Upaya penyelamatan yang dilakukan warga dan pengelola wisata berhasil mengevakuasi seluruh korban dari laut. Namun, satu di antaranya, pria berinisial NI (54), akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Mataram.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WITA. Saat kejadian, kelima WNA yang diketahui masih satu keluarga tengah berenang di kawasan Pantai Kerandangan II.
Situasi berubah menjadi kepanikan ketika arus laut secara tiba-tiba menyeret mereka menjauh dari bibir pantai. Para korban kemudian berteriak meminta pertolongan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak melakukan penyelamatan. Dengan memanfaatkan sarana yang tersedia di lokasi, termasuk jetski dan perlengkapan selam, warga berupaya menjangkau korban satu per satu.
Kelima korban akhirnya berhasil dibawa ke daratan. Kondisi salah seorang korban kemudian diketahui cukup kritis sehingga seluruh korban dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., melalui Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Kami dari Polsek Batulayar menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 15.45 WITA terkait insiden tenggelamnya lima orang WNA di Pantai Kerandangan 2. Anggota piket SPKT segera meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan mengumpulkan keterangan saksi," ujar AKP I Putu Krisna Varananda.
Setelah dievakuasi, para korban dibawa menuju RS Bhayangkara Polda NTB di Mataram. Rombongan tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 16.00 WITA dan langsung mendapat penanganan tim medis.
Petugas medis melakukan sejumlah tindakan kegawatdaruratan terhadap korban, termasuk Resusitasi Jantung Paru (RJP), pemberian oksigen menggunakan ambu bag, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), serta pemeriksaan refleks pupil.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, kondisi NI tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.10 WITA.
Sementara empat anggota keluarga lainnya selamat. Mereka terdiri atas KI (52), yang merupakan istri korban, serta tiga anak berinisial DP (11), IA (13), dan IO (16).
Keempat korban selamat kemudian tiba di RS Bhayangkara Mataram sekitar pukul 16.50 WITA. Tim dokter memberikan penjelasan mengenai kondisi serta tindakan medis yang telah dilakukan terhadap seluruh korban.
"Petugas bersama masyarakat telah melakukan penanganan awal dan evakuasi terhadap para korban sebelum dibawa ke rumah sakit," katanya menegaskan.
Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, kepolisian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses penanganan jenazah.
Sekitar pukul 17.00 WITA, jenazah NI dipindahkan dari RS Bhayangkara menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB menggunakan ambulans. Jenazah kemudian dititipkan untuk proses penanganan lebih lanjut.
Di lokasi kejadian, kepolisian juga melakukan sejumlah langkah untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut dapat didokumentasikan secara lengkap.
Polsek Batulayar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), membantu proses evakuasi, mengumpulkan data, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar Pantai Kerandangan II.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fakta terkait musibah yang menimpa keluarga wisatawan asal Inggris itu dapat diketahui secara jelas.
"Kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan data yang diperoleh di lapangan untuk melengkapi penanganan kejadian ini," ucapnya.
Musibah tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi wisatawan maupun pengelola kawasan wisata agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan arus dan kondisi gelombang laut, terutama ketika beraktivitas di kawasan pantai.
Kepolisian memastikan penanganan terhadap insiden tersebut terus dilakukan sesuai prosedur, termasuk pendataan korban dan koordinasi dengan pihak terkait.
"Kami mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk selalu memperhatikan kondisi laut dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di kawasan pantai," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....