Jelang Maulid, Pemprov NTB akan Gelar Pasar Murah di 10 Kabupaten/Kota

  • 18 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB akan menggelar pasar murah serentak di 10 kabupaten/kota pada Jumat untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil.
  • Pemerintah memastikan stok sembako dan LPG aman serta terus memantau harga selama bulan Maulid.

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menggelar pasar murah secara serentak di 10 kabupaten/kota. pasar murah dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026.

“Pasar murah ini kami lakukan serentak di seluruh kabupaten kota,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata kepada RRI, Selasa, 18 Agustus 2026.

Wiranata menjekaskan, kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota bersama sejumlah lembaga terkait.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata. (Foto: RRI/Muh.Halwi).

Menurutnya, pemerintah telah berkoordinasi dengan Perum Bulog, Bank Indonesia, Pertamina, serta pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan serentak. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kenaikan permintaan masyarakat selama bulan Maulid.

Selain pasar murah, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. Sejumlah produsen telah menambah pasokan, sementara Bulog juga menyiapkan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wiranata mengatakan harga sejumlah komoditas masih relatif stabil. Namun, cabai dan bawang mulai mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan.

“Kenaikannya tidak terlalu besar, tidak signifikan,” ujarnya.

Untuk minyak goreng, pemerintah mengantisipasi kenaikan harga dengan memastikan ketersediaan Minyakita. Sedangkan kebutuhan beras masyarakat juga diperkuat melalui beras SPHP dari Bulog.

Pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan LPG. Distribusi tambahan LPG telah dilakukan sejak 17 Agustus dan akan kembali dilakukan pada 19, 20, dan 21 Agustus untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat pada puncak kegiatan Maulid.

Disperindag NTB bersama tim pengawasan juga terus memantau harga dan stok bahan pokok di sejumlah daerah, termasuk Pulau Sumbawa. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.

Wiranata mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan pasokan bahan pokok dan gas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Maulid selesai.

“Masyarakat tetap belanja seperti biasa. Insya Allah ketersediaan pangan maupun gas akan tercukupi,” kata Wiranata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....