Stok Bahan Pokok di NTB Aman jelang Maulid Nabi
- 18 Agt 2026 14:29 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB memastikan stok bahan pokok dan LPG aman selama bulan Maulid.
- Pasar murah akan digelar serentak di 10 kabupaten/kota untuk menjaga harga tetap stabil.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang dan selama perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kondisi aman. Sejumlah produsen bahkan telah menambah stok untuk mengantisipasi peningkatan permintaan masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata mengatakan tambahan pasokan juga datang dari Perum Bulog. Menurut dia, kondisi stok saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Maulid.
“Alhamdulillah sampai saat ini ketersediaannya cukup. Kemarin juga sudah ada penambahan stok dari para produsen, termasuk dari Bulog,” kata Wiranata kepada RRI, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dari sisi harga, Wiranata menyebut kondisi komoditas pangan masih relatif stabil. Sejumlah bahan pokok memang mengalami pergerakan harga dari hari ke hari, namun kenaikannya dinilai belum signifikan.
Komoditas yang mulai mengalami kenaikan antara lain cabai dan bawang. Sementara harga minyak goreng juga mengalami kenaikan, tetapi pemerintah mengantisipasinya melalui penyaluran Minyakita. Untuk beras, pemerintah mengandalkan pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog.
Wiranata mengatakan pemerintah juga meminta produsen meningkatkan stok guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama bulan Maulid. Selain itu, pemerintah memastikan kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersedia sehingga tidak mengganggu pasokan untuk kebutuhan rumah tangga.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah LPG. Wiranata mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan gas tersedia selama puncak kegiatan Maulid.
Menurut dia, penyaluran LPG telah dilakukan sejak 17 Agustus dan akan kembali didistribusikan pada 19, 20, dan 21 Agustus. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan gas ketika permintaan masyarakat meningkat.
Selain menjaga pasokan, Pemprov NTB juga menyiapkan pasar murah. Kegiatan tersebut akan digelar serentak di seluruh kabupaten dan kota di NTB pada Jumat mendatang.
Pasar murah itu melibatkan sejumlah pihak, termasuk Bulog, Bank Indonesia, Pertamina, serta pemerintah kabupaten dan kota. Pemerintah provinsi mendorong agar kegiatan serupa juga digelar secara berkala di masing-masing daerah selama bulan Maulid.
“Pasar murah harus dilakukan di seluruh wilayah Provinsi NTB, di 10 kabupaten dan kota,” ujar Wiranata.
Pengawasan terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok juga diperkuat. Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB telah melakukan pemantauan, termasuk menyeberang ke Pulau Sumbawa untuk mengecek kondisi pasokan dan harga di lapangan.
Wiranata meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi. Ia memastikan kebutuhan pangan dan gas untuk masyarakat selama perayaan Maulid dapat tercukupi.
“Masyarakat mohon tetap belanja seperti biasa. Untuk stok sembako insya Allah cukup. Tidak perlu panik dan resah,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....